• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Proyek Kereta Cepat Gunakan Teknologi Pengelasan Mutakhir

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 15 Februari 2022 - 11:57
in Ekonomi
Proyek Kereta cepat

-

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan mesin pengelasan dengan teknologi mutakhir yaitu UN-200 untuk proses penyambungan rel.

Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, mengatakan mesin ini dipakai untuk pengelasan rel dengan mengadopsi metode Flash-butt Welding yang dikenal sebagai salah satu metode terbaik untuk pengelasan di industri perkeretaapian.

BacaJuga:

Rupiah Anjlok ke Rp17.600 per USD, DPR Sentil BI Soal Ejekan Kurs ’17-8-45′

VinFast Perkuat Ekosistem Layanan Purnajual Global, Fokus Kenyamanan Pemilik Kendaraan Listrik

PEP Bunyu Field dan Serikat Pekerja Gelar Aksi Hijau, Tanam Pohon hingga Bersih Plastik

“Kereta Cepat ini kan nanti akan melaju sampai 350 km/ jam. Jadi lintasannya harus yang terbaik. Untuk itu, dalam proses penyambungan dan pengelasan, kami menggunakan metode Flash- butt welding dengan mesin UN-200,” katanya, sseperti dikutip Antara, Selasa (15/2/2022).

Ia mengatakan tenaga ahli bersertifikasi khusus untuk pengelasan rel dengan mesin UN- 200 ini awalnya menggunakan operator dari China.

Baca Juga : KCIC Nilai Rencana Pemindahan IKN Tidak Pengaruhi Potensi Penumpang

Namun, menurut dia, sejalan dengan proses transfer teknologi yang berjalan baik, saat ini tenaga kerja lokal sudah bisa mengoperasikan mesin UN-200 tersebut.

Fasilitas dan Workshop Pengelasan Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan UN-200 berada di Area Workshop Welding Factory seluas 8,4 hektare yang berada di Kawasan Tegalluar, Bandung Timur.

Dengan mesin canggih ini, 1.805 batang rel akan disambung menjadi berukuran 500 meter. Tujuannya agar lintasan kereta cepat yang melintang dari Halim sampai Tegalluar ini tidak memiliki banyak sambungan.

Minimnya sambungan rel jadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan laju kereta cepat. Sampai saat ini, UN-200 berhasil menghasilkan sebanyak 872 batang rel sepanjang 500 meter atau setara dengan 218 kilometer.

Selain itu, proyek kereta cepat sedang memproduksi dan memasang bantalan rel beton (slab track) dan juga menyambung rel yang akan digunakan. Rel yang dipakai untuk proyek ini merupakan rel berstandar R60 dengan panjang 50 meter.

Dwiyana menambahkan KCIC melakukan pengelasan di factory Welding untuk menjaga mutu pengelasan serta agar proses pengerjaan sambungan rel lebih terkontrol.

Cara kerja dari Flash- butt welding adalah dengan memanaskan kedua batang rel yang akan disambung dengan mesin UN-200. Setelah mencapai suhu yang dibutuhkan, kedua ujung barang rel tersebut disambung dengan tekanan tertentu hingga benar- benar menyatu dengan sempurna.

Mesin UN-200 mampu memberikan kualitas sambungan yang konsisten pada setiap rel karena mesin ini memiliki kemampuan untuk merekam perubahan tekanan dan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan berlangsung, serta mengidentifikasi sambungan secara otomatis.

“Mesin Flash-butt Welding dapat secara otomatis merekam dan mengingat proses perubahan tekanan hingga perubahan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan sehingga hasil penyambungan rel sesuai dengan kebutuhan proyek,” kata Dwiyana.(mg2)

Tags: Dwiyana Slamet RiyadiJakarta-bandungKCIC

Berita Terkait.

Indonesia Tambah Deretan Alutsista Modern, Prabowo Soroti Pentingnya Efek Penangkal
Ekonomi

Rupiah Anjlok ke Rp17.600 per USD, DPR Sentil BI Soal Ejekan Kurs ’17-8-45′

Senin, 18 Mei 2026 - 22:15
VinFast Perkuat Ekosistem Layanan Purnajual Global, Fokus Kenyamanan Pemilik Kendaraan Listrik
Ekonomi

VinFast Perkuat Ekosistem Layanan Purnajual Global, Fokus Kenyamanan Pemilik Kendaraan Listrik

Senin, 18 Mei 2026 - 22:05
pep
Ekonomi

PEP Bunyu Field dan Serikat Pekerja Gelar Aksi Hijau, Tanam Pohon hingga Bersih Plastik

Senin, 18 Mei 2026 - 17:07
Kapal
Ekonomi

Jaga Negeri dari Barang Ilegal, Bea Cukai Gandeng TNI-Polri hingga Karantina

Senin, 18 Mei 2026 - 10:30
Pajak
Ekonomi

Ekonomi RI Tetap Ngebut di Tengah Gejolak Global, Ini Strategi Fiskal Pemerintah

Senin, 18 Mei 2026 - 10:10
KNEKS
Ekonomi

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2640 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    952 shares
    Share 381 Tweet 238
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    811 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.