INDOPOSCO.ID – Di tengah peringatan Hari Buruh Internasional yang identik dengan aksi solidaritas pekerja, suasana berbeda justru terlihat di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Ratusan pekerja migas bersama unsur pemerintah kecamatan dan serikat pekerja turun langsung ke lapangan untuk menanam pohon dan membersihkan sampah plastik di lingkungan sekitar wilayah operasi migas.
Kegiatan bertajuk “Aksi Hijau May Day” itu digelar oleh PT Pertamina EP (PEP),Bunyu Field bersama Federasi Serikat Pekerja Pertambangan & Gas Bumi Bersatu di Desa Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu, pada Jumat (1/5/2026).
Sebanyak 180 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pekerja PEP Bunyu Field, unsur Muspika Bunyu, hingga perwakilan FSPPB. Fokus utama aksi ini adalah penghijauan kawasan perkantoran serta pembersihan sampah plastik di sepanjang jalan umum sekitar area operasi perusahaan.
Senior Manager PEP Bunyu Field, Ruri Heriandi, mengatakan peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam menjaga lingkungan hidup.
“Pada peringatan Hari Buruh kali ini, kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk serikat pekerja dan pemerintah kecamatan, untuk melakukan aksi mendukung perbaikan ekosistem, penurunan emisi karbon, dan pelestarian lingkungan hidup yang penting bagi masa depan kehidupan,” ujar Ruri dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, May Day tidak hanya dimaknai sebagai perayaan pekerja, tetapi juga ruang refleksi untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Kami ingin terus berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan melalui langkah yang sederhana, berupa penanaman pohon dan pembersihan sampah, namun berdampak besar bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Sebelum aksi dimulai, para peserta mendapatkan pengarahan teknis mengenai tata cara penanaman pohon dan pengelolaan sampah plastik dari Officer Environment PEP Bunyu Field, Nurhadi Muslim. Edukasi tersebut sekaligus menjadi ajakan agar pekerja dan masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat. Di sisi lain, aksi tersebut juga menjadi simbol bahwa keberlanjutan industri energi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap ekosistem.
“Kami percaya keberlanjutan lingkungan dan masyarakat akan mendukung keberlanjutan produksi migas Perusahaan yang penting bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasiona sesuai dengan Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” tutup Ruri. (her)











