• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi RI Tetap Ngebut di Tengah Gejolak Global, Ini Strategi Fiskal Pemerintah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 18 Mei 2026 - 10:10
in Ekonomi
Pajak

Ilustrasi - Kebijakan perpajakan menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, pemerintah mengandalkan kebijakan fiskal sebagai tameng utama untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hasilnya mulai terlihat pada triwulan I 2026, ketika ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut ditopang kuat oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, investasi yang meningkat, hingga percepatan belanja pemerintah untuk mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

BacaJuga:

Pertamina Berkah, PHE Salurkan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera

Potensi Biomassa Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Derasnya Produk Impor, Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Tingkatkan Daya Saing

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan RI, Deni Surjantoro mengatakan, kebijakan perpajakan menjadi salah satu instrumen strategis yang digunakan pemerintah secara adaptif namun tetap hati-hati dalam menjaga ekonomi nasional.

“Pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan perpajakan melalui pemberian insentif yang selektif, terarah, dan terukur dengan tetap memerhatikan ruang fiskal yang tersedia,” ujar Deni dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, insentif perpajakan diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan dunia usaha, sekaligus mendorong investasi agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Melalui tata kelola yang tepat, ekonomi dapat terus didorong optimal dengan kondisi keuangan negara yang tetap sehat dan akuntabel,” katanya.

Dukungan fiskal itu tercermin dari kuatnya pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 5,96 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Angka tersebut sejalan dengan data Kementerian Investasi yang mencatat realisasi investasi langsung tumbuh sebesar 7,22 persen.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek transparansi pengelolaan anggaran negara, khususnya dalam pelaporan insentif perpajakan melalui Tax Expenditure Report (TER).

“Lewat laporan tersebut, publik dapat mengetahui secara rinci berbagai fasilitas perpajakan yang diberikan negara, mulai dari nilai insentif, tujuan kebijakan, sektor penerima manfaat, hingga dampaknya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Deni.

Komitmen Indonesia dalam transparansi fiskal bahkan mendapat pengakuan internasional. Dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) 2026 yang dirilis pada 11 Mei 2026, Indonesia berhasil menempati posisi pertama dari 116 negara.

Peringkat itu menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara maju seperti Korea Selatan, Australia, Kanada, Jerman, Belanda, dan Prancis.

Capaian tersebut juga menunjukkan peningkatan konsisten Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 Indonesia masih berada di posisi ke-15, lalu naik ke peringkat kedua pada 2024, hingga akhirnya menjadi yang terbaik di dunia pada tahun ini.

Deni menegaskan, Kementerian Keuangan akan terus memperkuat kualitas transparansi belanja perpajakan sebagai bagian penting dari tata kelola fiskal yang sehat.

“Kami akan terus melakukan penyempurnaan kualitas pelaporan, termasuk monitoring dan evaluasi pemanfaatan insentif agar semakin terukur dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian,” tegasnya.

Sementara itu, mayoritas manfaat insentif pajak ternyata langsung dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Pemerintah mencatat rumah tangga dan UMKM menerima lebih dari 70 persen total belanja perpajakan atau sekitar Rp389 triliun sepanjang 2025.

Berbagai insentif tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pokok masyarakat seperti bahan makanan dan tempat tinggal, sekaligus membantu menekan biaya pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.

“Selain menjaga daya beli masyarakat, kebijakan itu juga dinilai berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.(her)

Tags: Ekonomi IndonesiafiskalKemenkeu

Berita Terkait.

Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Pertamina Berkah, PHE Salurkan 15 Ribu Paket Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera

Minggu, 6 September 2026 - 15:24
Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Potensi Biomassa Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Minggu, 6 September 2026 - 13:44
Siapkan Liburan Akhir Tahun, BWH Hotels Asia Tawarkan Diskon hingga 40 Persen
Ekonomi

Derasnya Produk Impor, Mendag Dorong Produsen Pakan Hewan Lokal Tingkatkan Daya Saing

Minggu, 6 September 2026 - 12:49
PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU pada 2026
Ekonomi

PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU pada 2026

Minggu, 6 September 2026 - 11:12
Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi BCA Sapa Nasabah di 12 KCU Jabodetabek
Ekonomi

Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi BCA Sapa Nasabah di 12 KCU Jabodetabek

Minggu, 6 September 2026 - 10:45
Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Ketua DPD RI: FTA Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah
Ekonomi

Puji Pidato Prabowo di Vladivostok, Ketua DPD RI: FTA Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDA di Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 23:04

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.