• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Anjlok ke Rp17.600 per USD, DPR Sentil BI Soal Ejekan Kurs ’17-8-45′

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 18 Mei 2026 - 22:15
in Ekonomi
Kurs rupiah. Foto: Freepik

Kurs rupiah. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota DPR Harris Turino menyoroti anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus Rp17.600 dan merangkak menuju Rp17.700 pada Senin (18/5/2026). Menurutnya, situasi itu mulai memicu ejekan sinis di masyarakat yang mengaitkan angka psikologis Rp17.845 dengan hari kemerdekaan RI.

“Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp17.600. Bahkan muncul ejekan kalau Rp17.845, maka Indonesia merdeka katanya. 17 8 45,” kata Harris saat rapat dengar pendapat dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (18/5/2026).

BacaJuga:

VinFast Perkuat Ekosistem Layanan Purnajual Global, Fokus Kenyamanan Pemilik Kendaraan Listrik

PEP Bunyu Field dan Serikat Pekerja Gelar Aksi Hijau, Tanam Pohon hingga Bersih Plastik

Jaga Negeri dari Barang Ilegal, Bea Cukai Gandeng TNI-Polri hingga Karantina

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, DPR mempertanyakan klaim Gubernur Bank Indonesia mengenai stabilitas rupiah dibanding negara lain. Namun, masyarakat saat ini justru mengeluhkan kenaikan harga dan merasakan adanya pelemahan persepsi ekonomi.

“Nah, tetapi di presentasi Bapak, Bapak mengatakan bahwa rupiah stabil, relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain. Persoalan yang dirasakan oleh masyarakat adalah harga meningkat, dan persepsi ekonomi ini melemah,” ujar Harris.

Padahal Bank Indonesia sudah banyak sekali melakukan langkah. Salah satunya adalah intervensi besar-besaran, sehingga menurunkan cadangan devisa dari 156 menjadi 146 billion dolar.

“Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sudah dikerek menjadi 6,41 persen. Surat berharga negara (SBN),” tutur politikus PDIP itu.

“BI juga membeli SBN Rp332 triliun di tahun 2025, dan sekarang tambah Rp133 triliun lagi. BI juga melakukan pengetatan pembelian dolar dari 50.000 ke 25.000,” tambahnya.

Ia mempertanyakan efektivitas instrumen Bank Indonesia karena rupiah tetap mengalami depresiasi meskipun semua langkah telah dilakukan.

“Maka pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan, tetapi why? Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?,” ucap Harris.

Ia sependapat dengan presentasi yang ditampilkan BI bahwa tekanan global memang sangat besar, namun ia menegaskan perlunya mengakui keberadaan masalah domestik yang serius sebagai salah satu penyebabnya.

“Ini harus jujur diakui. Ada masalah di fiskal, ada masalah di defisit di current account, ada arus modal keluar dalam jumlah besar, dan ada masalah di kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” imbuhnya. (dan)

Tags: Kebijakan Bank IndonesiaPelemahan Nilai Tukar RupiahStabilitas Fiskal Domestik

Berita Terkait.

Ekonomi

VinFast Perkuat Ekosistem Layanan Purnajual Global, Fokus Kenyamanan Pemilik Kendaraan Listrik

Senin, 18 Mei 2026 - 22:05
pep
Ekonomi

PEP Bunyu Field dan Serikat Pekerja Gelar Aksi Hijau, Tanam Pohon hingga Bersih Plastik

Senin, 18 Mei 2026 - 17:07
Kapal
Ekonomi

Jaga Negeri dari Barang Ilegal, Bea Cukai Gandeng TNI-Polri hingga Karantina

Senin, 18 Mei 2026 - 10:30
Pajak
Ekonomi

Ekonomi RI Tetap Ngebut di Tengah Gejolak Global, Ini Strategi Fiskal Pemerintah

Senin, 18 Mei 2026 - 10:10
KNEKS
Ekonomi

KNEKS Sebut POJK Investasi Syariah Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:02
Nota-Kesepahaman
Ekonomi

Dorong Transisi Energi Hijau, Pertamina NRE Jajaki Investasi Energi Terbarukan di Bangladesh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2584 shares
    Share 1034 Tweet 646
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    916 shares
    Share 366 Tweet 229
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    809 shares
    Share 324 Tweet 202
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.