INDOPOSCO.ID – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Ikhsan Ahmad, heran ada yang menamakan dirinya lembaga survei Indonesia Polical Opinion (IPO) tiba-tiba mengeluarkan hasil survei menyatakan, sebagian besar masyarakat Banten mengaku puas dengan hasil kinerja Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy.
Tak tanggung-tanggung, dalam hasil survei yang dirilis oleh Humas Pemprov Banten dalam grup wartawan itu menyebutkan, jika Pilgub Banten dilakukan saat ini, 41,3 persen memilih Wahidin Halim, 32,4 persen memilih Andika Hazrumy dan 13,3 persen memilih Rano Karno.
”Kenapa yang dijadikan sample hanya tiga orang tersebut? Bagaimana dengan elektabilitas tokoh-tokoh pontensial Banten lainya, seperti Arief Wismansyah, Mulyadi Jayabaya, Zaki Iskandar dan tokoh Banten lainnya yang disebut akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Banten tahun 2024 mendatang,” kata Ikhsan kepada INDOPOSCO, Minggu (12/12/2021).
Baca Juga : Hasil Survei IPO, Masyarakat Banten Puas dengan Kepemimpinan WH-Andika
Menurut Ikhsan, jika benar-benar dari lembaga survei kredibel harusnya disampaikan juga dana surveinya dari mana, biar ada ukuran soal independensinya.
”Bahaya kalau independensi lembaga surveinya nggak keukur bisa jadi menyesatkan, metodeloginya juga harus disampaikan,” kata Ikhsan.
Ikhsan berpendapat, hasil survei yang diragukan keakuratannya tersebut sengaja menggiring opini agar Andika Hazrumy mau berpasangan kembali dengan Wahidin Halim dalam Pilgub Banten 2024 mendatang. ”Bagaimana mengukur kepentingan rakyat untuk penanganan covid yang dijadikan sport center?,” imbuhnya.
Baca Juga : Dibangun Era WH-Andika, Banten Miliki Stadion Bertaraf Internasional
Selain itu kata Ikhsan, bagaimana pula mengukur pemulihan ekonomi masyarakat Banten yang stagnan di masa pandemi Covid-19, dan bagaimana mengukur kasus korupsi di masa Covid, serta bagaimana mengukur kasus kasus di birokrasi.
”Jangan sampai terkesan, hasil survei itu menggiring opini, jika Andika tidak berpasamgan dengan pak Wahidin yang memiliki tingkat keterpilihan 41,3 persen akan kalah jika berpasangan dengan Rano Karno yang hanya memiliki tingkat keterpilihan 13,3 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam riliis yang dibagikan oleh Humas Pemprov Benten menyebutkan, dalam berbagai aspek, masyarakat puas dengan kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim.
Kepuasan itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) pada periode 29 November 2021 s.d 2 Desember 2021 dengan menggunakan pendekatan teknik Multistage Random Sampling (MRS), yang tersebar di sejumlah Desa dan Kelurahan secara acak dan proporsional dengan tingkat akurasi data 95 persen.
“Kepuasan itu meliputi tiga item kategori, pertama kepuasan terhadap distribusi Bantuan Sosial (Bansos) yang mencapai 62 persen, lalu kepuasan stabilitas harga yang mencapai 53 persen dan kepuasan terhadap situasi politik/hukum yang mencapai 51 persen,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra.
Masih dalam hasil suvey itu, kepuasan masyarakat Banten juga terlihat dari penanganan Pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Gubernur WH yang mendapat skor 69 persen atau masuk dalam grade sangat baik.
Hal yang sama juga terjadi pada tingkat kepuasan publik terhadap hasil kinerja yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. Tingkat kepuasan Andika masih cukup mengimbangi Gubernur WH, sehingga kondisi ini menandai publik melihat kinerja keduanya seiring sejalan.
Makanya dalam hal politik juga, keterpilihan keduanya juga selalu ada diperingkat pertama dan kedua, dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya yang disodorkan pada saat survei dilakukan. “Jika Pilgub Banten dilakukan saat ini, 41,3 persen memilih Wahidin Halim dan 32,4 persen memilih Andika Hazrumy dan 13,3 persen memilih Rano Karno,” tuaksnya. (yas)











