INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menuntaskan program revitalisasi satuan pendidikan di 576 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan menyalurkan 9.019 Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan di NTT.
“Program revitalisasi satuan pendidikan 2025 di NTT diselesaikan dengan total anggaran lebih dari Rp589 miliar,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam keterangan, Rabu (6/5/2026).
Mu’ti menyebut, program revitalisasi di NTT menyasar 576 satuan pendidikan. Dengan rincian 43 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), 234 SD (Sekolah Dasar), 174 SMP (Sekolah Menengah Pertama), 64 SMA (Sekolah Menengah Atas), 44 SMK (Sekolah Menengah Kejujuran), 9 SLB (Sekolah Luar Biasa), dan 8 PKBM (Pendidikan Ketrampilan Berbasis Masyarakat).
“Selain membangun dan merenovasi gedung sekolah, kami juga mendistribusikan 9.019 IFP guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di NTT,” ungkap Mu’ti.
“IFP kami distribusikan ke 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM,” sambungnya.
Capaian program tersebut, dijelaskan Menteri Mu’ti sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Lebih lanjut, mengutip arahan Presiden Prabowo di SMAN 1 Cilacap akhir April lalu bahwa di tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan sudah mendapatkan revitalisasi.
“Kami optimistis bahwa melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan karakter, NTT dapat menjadi salah satu motor kebangkitan pendidikan nasional,” katanya.
“Seperti halnya matahari yang selalu terbit pagi dari timur, semoga kebangkitan pendidikan juga dapat dimulai dari NTT,” imbuh Mu’ti.(nas)











