• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tidak Ada yang Bisa Gantikan Energi Fosil 100 Persen

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 24 November 2021 - 16:34
in Headline
fosil

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro menjadi pembicara dalam webinar INDOPOSCO bertajuk Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi berlanngsung di Hotel Aston Kartika Grogol. Foto: Dok. YouTube Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro berpandangan ada beberapa hal yang kurang tepat dalam kampanye Energi Baru Terbarukan (EBT). Lantaran anggapannya seolah-olah dapat menggantikan fosil.

Komaidi menyebutkan, bahwa hingga tahun 2050 Indonesia masih tergantung dengan energi fosil. Itu merujuk Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.

BacaJuga:

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

“Dalam beberapa waktu terakhir ada hal kurang seimbang dalam mengkampanyekan EBT. Karena seolah-olah EBT akan sebagai subtitusi atau pengganti fosil,” kata Komaidi dalam webinar INDOPOSCO bertajuk Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi berlanngsung di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga : Energi Surya akan Jadi Raja Baru Energi Dunia

Bahkan, menilik dokumen pemerintah itu tidak ada EBT yang bisa menggantikan energi fosil secara penuh. Namun, lebih tepatnya hanya dapat sebagai komplementer.

“Tidak ada yang bisa menggantikan energi fosil 100 persen dalam konteks Indonesia . Yang bisa hanya sebagai pelengkap,” tuturnya.

Faktanya porsi terbesar konsumsi energi hingga tahun 2050 ialah energi fosil. Sehingga dalam mengembangan EBT, tentu harus hati-hati.

Baca Juga : Emil Salim: Kurangi Pemakaian Energi Fosil

“Kita upayakan. Harus kita dorong (EBT). Tapi, juga jangan kemudian kecepatan meninggalkan dan tidak memperhatikan fosil yang kita memiliki,” imbuhnya.

Mengenai target tahun 2025 untuk EBT yakni, 23 persen. Sehingga 77 persen masih dari energi fosil. Rinciannya, minyak bumi sebanyak 25 persen, kemudian gas bumi 22 persen dan batu bara 30 persen.

“Kalau kita cek dokumen yang dibuat oleh pemerintah sendiri di 2050 itu EBT 31 persen. artinya 69 persen masih fosil dan bedanya 20 persen,” paparnya.

Hal itu seolah-olah turun, dari 25 persen menjadi 20 persen secara porsi. Namun secara kisaran justru konsumsi energi fosil, terutama minyak meningkat.

“Coba kita hitung, dari 400 dikalikan 25 persen itu jauh lebih kecil dibandingkan 1.000 dikalikan 20 persen. Artinya secara nominal atau volume konsumsi minyak tetap meningkat,” urai Komaidi.

Pemerintah diketahui memiliki strategi baru untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen di tahun 2025. Dengan fokus memperbanyak dan meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ketimbang pembangkit listrik tenaga air (PLTA), maupun pembangkit listrik panas bumi (PLTP). (dan)

Tags: EBTEnergi Baru TerbarukanEnergi Fosilwebinar indoposco

Berita Terkait.

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Headline

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46
MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus
Headline

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:57
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Headline

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31
Syarief-Sulaeman-Nahdi
Headline

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:46
Analisis
Headline

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:06
Aparat
Headline

Kawal Demo di Monas hingga DPR, Polres Jakpus Kerahkan 3.099 Personel

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    2294 shares
    Share 918 Tweet 574
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.