• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Museum Hasyim Asy’ari Narasikan Islam Masuk dengan Kearifan Lokal

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 11 November 2021 - 06:13
in Nasional
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat saat berkunjung ke Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). Foto: Antara/Asmaul

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat saat berkunjung ke Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). Foto: Antara/Asmaul

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembangunan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari di Jombang, Jawa Timur, bisa membangun narasi perjalanan Islam di Indonesia yang masuk dengan kearifan lokal.

“Narasi yang dibangun bisa menjelaskan ke publik perjalanan Islam di Indonesia yang sangat kuat. Ini menunjukkan wajah Islam kita sesungguhnya, bagaimana Islam masuk dengan tetap mempertahankan kearifan lokal,” kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat, saat hadir dalam pembukaan kembali operasional Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari yang berada di kawasan Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Rabu (10/11).

BacaJuga:

Live Jualan Tak Lagi Sekadar Tren, Creator Diburu Jadi Mesin Cuan Baru bagi Brand

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Ia juga sudah berkeliling ke lokasi museum tersebut. Di dalamnya banyak beragam catatan yang menjelaskan tentang bagaimana Islam masuk ke Indonesia kemudian blending atau campur dengan budaya sempat, menggunakan anasir lokal.

Bagaimana masjid menggunakan atap tumpang yang masih kelihatan di semua wilayah. Kemudian bagaimana juga proses Islam itu terjadi secara damai dan bukan melalui aneksasi atau pengambilan paksa. Kalaupun ada (aneksasi) melalui kesepakatan yang berakhir dengan koalisi.

“Inilah sesungguhnya, kalau kita kaitkan nilai kebangsaaan ini sudah diajarkan pendahulu kita, leluhur kita. Di sini, kita bisa belajar dan kembali lagi mengingatkan Islam adalah agama yang damai. Islam masuk ke Nusantara tetap memberikan ruang kepada semua kepercayaan yang sedang ada waktu itu dan agama yang ada sebelum Islam masuk dan kemudian tumbuh bersama dan bersanding,” ujar dia.

Ia juga mengatakan dalam tradisi silam juga ada berbagai macam festival yang semua memasukkan anasir lokal dan kearifan budaya lokal.

“Inilah seharusnya jadi pengingat kembali. Kita kehilangan semua ini dan sekarang kehadiran museum ini sesungguhnya menjadi anugerah buat kita semua, mengingatkan kita dengan caranya sendiri,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Ia juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang ikut serta membangun Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari tersebut. Ia berharap, nantinya koleksi di museum bisa semakin bertambah, sehingga referensi tentang Islam Nusantara semakin banyak.

“Mudah-mudahan ini berkembang dan saya yakin dengan bantuan banyak pihak koleksinya terus bertambah. Masih banyak sekali catatan KH Hasyim Asy’ari yang belum dikeluarkan ke publik,” ujar dia.

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari itu dibuka kembali, bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November, setelah sebelumnya ditutup karena pandemi COVID-19.

Pembukaan kembali museum yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang ini merupakan rangkaian dari kegiatan 76 Tahun Resolusi Jihad: Dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Museum Islam Indonesia K.H Hasyim Asy’ari ini mulai dibangun pada tahun 2014 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas usulan dari K.H. Shalahuddin Wahid, tokoh dan pengelola Pesantren Tebuireng, Jombang.

Museum ini merupakan media untuk penguatan pendidikan karakter melalui berbagai informasi dan koleksi yang disajikan tentang kiprah perjuangan tokoh-tokoh dan karakteristik Islam di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong-royong, pantang menyerah, menghormati kebhinekaan dan inklusif, sehingga dapat menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Museum ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2018. Saat awal pandemi, sempat ditutup dan baru dibuka kembali saat ini.(arm)

Tags: kearifan lokalKH Hasyim Asy'arimuseumNU

Berita Terkait.

online
Nasional

Live Jualan Tak Lagi Sekadar Tren, Creator Diburu Jadi Mesin Cuan Baru bagi Brand

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:02
posko
Nasional

BNPB Kebut Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT, Logistik Diangkut Lewat Darat hingga Perahu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:11
cpns
Nasional

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, 4.770 Formasi Disiapkan untuk Talenta Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:02
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Tangani Gempa M 7,7 Flores, BNPB: Fokus 8 Langkah Strategis Penanganan Darurat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:42
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:32
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT
Nasional

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tinjau Langsung Provinsi NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:22

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    1333 shares
    Share 533 Tweet 333
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3814 shares
    Share 1526 Tweet 954
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
  • FBR Kutuk Newport terkait Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

    778 shares
    Share 311 Tweet 195
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.