INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan semua pihak tidak lengah menerapkan protokol kesehatan. Upaya itu untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 saat menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru atau Nataru 2022.
Terlebih di Indonesia telah ditemukan 23 jenis turunan varian Delta. Turunan varian Delta yang mendominasi di Indonesia ialah AY.23 sebanyak 3.050 kasus.
Baca Juga : Epidemiolog: Waspadai Varian Delta Plus Ketimbang Batasi Mobilitas
“Kita waspada dan harus mencegah gelombang ke tiga karena mobilitas yang meningkat lebih dari 10 persen. Serta waspada karena varian Delta dan turunannya juga masih mendominasi,” kata Nadia melalui gawai di Jakarta, Kamis (11/11/2021).
Varian Delta di Indonesia sendiri sudah mencatatkan sebanyak 4.358 dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing. Temuan itu dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
Baca Juga : Pakar: Varian Delta Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Varian Mu
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah Indonesia tengah memantau Covid-19 varian AY.4.2 yang sudah ditemukan di negara tetangga, Malaysia
Ia menyebut AY.4.2 merupakan varian yang harus diwaspadai, sehingga berbagai kebijakan perlu dilakukan. “Orang yang datang dari luar negeri, nanti bisa dikarantina naik jadi tujuh hari, ini juga tidak tertutup kemungkinannya. Jadi jangan dikatakan bolak-balik. Kita sangat hati-hati di sini,” ujar Luhut, Senin (8/11/2021).
Upaya Kementerian Kesehatan mencegah lonjakan kasus Covid-19 jelang Nataru 2022, salah satu upaya memperkuat pemantauan di pintu-pintu perbatasan negara hingga kesiapan tempat tidur pasien Covid-19. (dan)











