• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Survei: Minat Masyarakat Indonesia pada Vaksinasi Tinggi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:35
in Nasional
vaksinasi

Tangkapan layar Direktur Ilmu Komunikasi dan Penelitian dari Johns Hopkins Center for Communication Programs Douglas Storey (bawah) bersama moderator dan penerjemah dalam webinar Urgensi Percepatan Vaksinasi Kelompok Rentan, Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19 yang diikuti di Jakarta, Rabu (13/11/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Ilmu Komunikasi dan Penelitian dari Johns Hopkins Center for Communication Programs, Douglas Storey mengatakan minat masyarakat Indonesia terhadap kegiatan vaksinasi cukup tinggi.

“Lebih banyak yang menyatakan pasti atau lebih mungkin divaksin sekitar 67 persen dibandingkan mereka yang melaporkan tidak akan divaksin,” ucap Douglas dalam webinar Urgensi Percepatan Vaksinasi Kelompok Rentan, Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19 yang diikuti di Jakarta, Rabu (13/10).

BacaJuga:

Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani

Bukan Cuma Gratis Sekolah, Beasiswa SCG Bekali Talenta Muda Hadapi Masa Depan

Taman Safari Gelar IAPVC 2026, Kompetisi Foto dan Video Satwa Terbesar di Indonesia

Data tersebut, digabungkan bersama beberapa pihak, semacam Universitas Maryland dan Universtas Carnegie Mellon, setelah melakukan survey yang dicocokkan dengan usia pada Mei sampai September lalu melalui akun Facebook pada para pengguna Facebook secara random.

Douglas mengatakan bersumber pada data dashboard yang dimiliki, dalam waktu 5 bulan terakhir persentase masyarakat yang berupaya memperoleh vaksin juga terus menjadi meningkat.

Ia memberikan contoh pada bulan September sebesar 33 persen masyarakat Indonesia berupaya untuk memperoleh vaksin.“ Ini dari responden yang belum divaksin, jadi masih banyak yang mencoba dapat vaksin itu. Ini adalah hal yang bagus,” ucap Douglas.

Meski atensi masyarakat terhadap vaksinasi di Indonesia besar, Douglas berambisi pemerintah dapat mengantarkan catatan pada masyarakat lebih berpusat pada bagaimana cara vaksin bekerja dan testimoni vaksinasi mengingat masih ada masyarakat yang ragu untuk divaksinasi.

“Jadi, implikasinya penyampaian pesan perlu difokuskan pada keamanan vaksin yang telah terbukti dan efek samping akibat COVID-19,” ungkapnya.

Direktur Projek MyChoice dari Johns Hopkins Center for Communication Programs, Yunita Wahyuningrum mengatakan meskipun minat vaksinasi di Indonesia terbilang tinggi, masyarakat masih sering abai terhadap protokol kesehatan.

“Kalau kita melihat data (dashboard) di sini, level tingkat persepsi orang terhadap bahaya dari COVID-19 di Indonesia relatif lebih rendah, dibandingkan negara-negara lain,” kata Yunita.

Bersumber pada data yang ia miliki, rendahnya persepsi tersebut, karena 78 persen orang percaya bahwa seluruh orang telah memakai masker dan 75 persen orang percaya bahwa nyaris seluruh atau mayoritas orang saat ini telah divaksinasi.

Lebih lanjut, ia berkata masyarakat yang menjaga jarak dan menjauhi kontak masih rendah, alhasil dibutuhkan suatu usaha supaya hal tersebut jadi suatu kebiasaan baru dalam norma di masyarakat.

“Masih cukup rendah menjaga jarak, kemudian menghindari kontak. Ini yang nampaknya masih perlu menjadi bagian upaya kita untuk menjadikan norma sosial, karena menjaga jarak juga menjadi bagian dari tindakan pencegahan,” ujar dia.

Yunita menjelaskan untuk mengubah perilaku tersebut, selain menginformasikan soal vaksinasi, pemerintah sebagai sumber yang dipercaya publik perlu memberikan informasi terkait hal-hal lain yang tidak hanya sebatas pandemi atau COVID-19 saja.

Informasi-informasi itu, kata dia, dapat menarik perhatian masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan, misalnya ekonomi atau kesehatan mental yang terdampak akibat COVID-19.

“Lingkaran yang menunjukkan topik yang sekarang ingin diketahui orang terkait dengan masa pandemi ini adalah dampak ekonomi. Masalah ekonomi menjadi informasi yang dianggap penting oleh audiensi kita, misalnya dampak ekonomi dan yang ingin diketahui (soal) mental health,” ucap dia. (mg4)

Tags: VaksinasiVaksinasi Covid-19

Berita Terkait.

Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani
Nasional

Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:01
Menkop: Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi Perkuat Daya Tawar Petani
Nasional

Bukan Cuma Gratis Sekolah, Beasiswa SCG Bekali Talenta Muda Hadapi Masa Depan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31
Taman Safari Gelar IAPVC 2026, Kompetisi Foto dan Video Satwa Terbesar di Indonesia
Nasional

Taman Safari Gelar IAPVC 2026, Kompetisi Foto dan Video Satwa Terbesar di Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10
Wamendagri Ribka Sambut 65 Pelajar Papua, Dorong Pendidikan Jadi Jalan Meretas Masa Depan
Nasional

Wamendagri Ribka Sambut 65 Pelajar Papua, Dorong Pendidikan Jadi Jalan Meretas Masa Depan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:18
Rakor
Nasional

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:07
WTP
Nasional

BNPP RI Kembali Raih WTP, Jadi yang ke-12 Berturut-turut untuk Laporan Keuangan 2025

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2206 shares
    Share 882 Tweet 552
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1997 shares
    Share 799 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.