• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Moderasi Agama Kunci Kerukunan dan Toleransi di Indonesia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 9 September 2021 - 16:17
in Nasional
Menteri Agama (Wamen) Zainut Tauhid Sa'adi berbincang santai dengan Redaktur Pelaksana Indoposco Ali Rachman dalam Podcast Ngobrol Ala Indoposco (Ngaco). Dok: YouTube Indoposco

Menteri Agama (Wamen) Zainut Tauhid Sa'adi berbincang santai dengan Redaktur Pelaksana Indoposco Ali Rachman dalam Podcast Ngobrol Ala Indoposco (Ngaco). Dok: YouTube Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Agama (Wamen) Zainut Tauhid Sa’adi berbicara tentang moderasi beragama. Hal itu merupakan konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun. Sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menyatakan, bahwa salah satu tugas Kementerian Agama itu ialah memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

BacaJuga:

Ancaman Penyakit Zoonosis, DPR: Jangan Tunggu Hantavirus Membesar Baru Bertindak

Respons Desakan DPR, Kemenkes Siapkan Pendampingan Medis dan Psikis Santriwati di Pati

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

“Kami memiliki program moderasi agama, bukan berarti kita ingin memoderatkan agama, karakter agama sudah moderat. Yang perlu dimoderatkan adalah cara kita beragama dari pemahaman ekstrem,” kata Zainut dalam Podcast Ngobrol Ala Indoposco (Ngaco), Rabu (8/9/2021).

Ada yang memiliki cara pandang, sikap dan perilaku beragama liberal, atau sering disebut sebagai ekstrem kiri. Selain itu, konservatisme beragama atau yang sering disebut sebagai ekstrem kanan.

“Ekstrem terlalu kanan misalnya, cara pemahaman agama yang terlalu berlebihan secara tekstual. Itu akan menuju ke pemahaman yang sempit dan rigid,” tutur Zainut.

Mereka yang berhenti pada cara pandang, sikap dan perilaku beragama secara liberal akan cenderung secara ekstrem mempercayai akalnya dalam menafsirkan ajaran agama, sehingga terlepas dari teksnya.

“Pada sisi lain, ekstrem kiri itu ingin melepaskan dari teks. Tolak ukurnya ialah pada aspek kemaslahatan umat manusia,” ujar mantan Wakil Ketua MUI itu.

“Jadi sepanjang itu punya maslahat, punya nilai untuk manusia, tdak perlu mendasarkan pada teks. Jadi pemahaman terlalu bebas, melahirkan pemahaman yang liberal,” tambahnya.

Maka pentingnya memahami sikap moderasi agama, untuk menjadi formula ampuh dalam merespons dinamika zaman di tengah maraknya intoleransi.

“Moderasi agama itu ingin menarik ke tengah, pemahaman liberar dan pemahaman yang terlalu kaku itu,” jelas politkus senior Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Ia menjelaskan, ada tiga ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau yang selalu selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Itu sebagaimana dilansir dari laman Nahdlatul Ulama.

Pertama, at-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Kedua, tawazun atau seimbang dalam segala hal, dan ketiga ialah al-i’tidal atau tegak lurus.

“Pola keberagaman yang bersikap moderat (wasathiyah) memastikan pemahaman wasathiyah itu adalah sikap adil, berimbang, i’tidal dan tawazun,” terangnya.

“Itu harus betul-betul bisa diterapkan dalam kehidupan kita. Apalagi di tengah masyarakat yang plural, yang majemuk, berbeda-beda adat istiadatnya, budaya, agamanya,” Zainut menandaskan. (dan)

Tags: moderasi agamatoleransiWakil Menteri Agamazainut tauhid sa'adi

Berita Terkait.

Virus
Nasional

Ancaman Penyakit Zoonosis, DPR: Jangan Tunggu Hantavirus Membesar Baru Bertindak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:49
Perempuan
Nasional

Respons Desakan DPR, Kemenkes Siapkan Pendampingan Medis dan Psikis Santriwati di Pati

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:44
Layanan-Haji
Nasional

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:04
Pelatihan
Nasional

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42
peradi
Nasional

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:30
dr
Nasional

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.