• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ongkos PPKM Besar dan Tidak Efektif, Ini Penjelasan Epidemiolog

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 21 Juli 2021 - 14:44
in Headline
indoposco

Ilustrasi - Pasien Covid-19 yang sedang dirawat di RS. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saat ini masyarakat dihadapkan pada pilihan sulit, antara ekonomi dan keselamatan jiwa. Pernyataan tersebut diungkapkan Epidemiolog Dicky Budiman dalam acara daring, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sulit diterapkan di Indonesia. Bahkan, sejak awal pandemi diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

BacaJuga:

Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Berganti

Gempa Dahsyat Guncang Venezuela: 164 Meninggal, Hampir 1.000 Orang Luka-luka

3 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Koalisi Sipil Tolak Pendekatan Militerisme

“Tidak akan efektif itu PSBB atau PPKM. Karena ongkos sosial, ekonomi dan politiknya besar,” katanya.

Ia menegaskan, langkah yang tepat dilakukan pada pendemi di Indonesia adalah melakukan 3T (tracing, testing dan treatment). Karena upaya tersebut sangat efisien untuk mencegah perburukan penularan.

“Jadi tidak ada lagi pesakitan dan kematian. Dan sampai saat ini langkah itu tidak dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Ia menilai situasi pandemi di Indonesia saat ini sudah berat. Oleh karena itu harus dilakukan strategi yang sangat ekstrem 3T.

“Presiden lah yang harus menekankan ini, karena ini untuk menjaga kesiambungan pengendalian pandemi di Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, dua data yang disampaikan Presiden saat perpanjangan PPKM Darurat sangat lemah secara ilmiah. Baik itu angka BOR dan angka kasus harian.

“Keduanya ini bergantung pada hasil tes. Sementara tes kita sangat rendah, seharusnya tes kita itu dalam sehari 1 juta,” terangnya.

“Angka positif rate kita masih rendah, bahkan kalau merujuk data PCR kita mendekati 50 persen. Ini amat sangat tinggi dan positif rate trennya meningkat,” imbuhnya.

Dikatakan dia, angka keterisian rumah masih masih tinggi. Begitu pula angka kematian karena Covid-19. “Ini jadi indikator perburukan pandemi di Indonesia masih sangat jelas,” katanya.

Ia mengingatkan pemerintah melandainya kasus beberapa hari bukan mengindikasikan pandemi telah terkendali. Apalagi testing saat ini masih rendah.

“Ini sangat berbahaya, dan supaya PPKM tidak berlarut-larut langkah 3T harus lebih masif dilakukan. Kita baru mau mendekati puncak pandemi,” ungkapnya. (nas)

 

Tags: EpidemiologKrisis EkonomiPPKM Darurat

Berita Terkait.

Trunoyudo
Headline

Polri Mutasi 1.121 Personel, Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Berganti

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:02
gempa
Headline

Gempa Dahsyat Guncang Venezuela: 164 Meninggal, Hampir 1.000 Orang Luka-luka

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:03
sppi
Headline

3 Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Koalisi Sipil Tolak Pendekatan Militerisme

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:35
bowo
Headline

Di Balik Seruan “Indonesia Bangkit”, Pengamat Nilai Prabowo Sedang Membaca Kegelisahan Publik

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:17
soni
Headline

Ditolak Kejagung, Sony Sonjaya Ajukan JC ke LPSK

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:02
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Klaim Kantongi Bukti Valid Keterlibatan 41 Nama
Headline

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Klaim Kantongi Bukti Valid Keterlibatan 41 Nama

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:15

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1653 shares
    Share 661 Tweet 413
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    916 shares
    Share 366 Tweet 229
Diego-Carlos
Olahraga

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51

INDOPOSCO.ID - Drama tersaji pada laga penutup Grup D Piala Dunia 2026 ketika Timnas Turki sukses mencuri kemenangan 3-2 atas...

SelengkapnyaDetails
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
Plata

Bungkam Jerman di Laga Pamungkas, Pelatih Ekuador Dedikasikan Kemenangan untuk Suporter

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:58
Jan-Paul-van-Hecke

Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:48
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.