• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jenazah Pendeta Yeremia Diautopsi, Komnas HAM: Hasilnya Butuh 2 Bulan

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 6 Juni 2021 - 21:25
in Nasional
Gedung Komnas HAM. Foto: Ist

Gedung Komnas HAM. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berupaya mengungkap kasus kematian Pendeta Yeremia Zanambani. Jenazahnya saat ini sedang diautopsi di forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan, hasil autopsi Pendeta Yeremia membutuhkan waktu satu ampai dua bulan. Hal itu dilakukan guna menegakan hukum di Papua secara transparan demi sebuah keadilan.

BacaJuga:

Jejak Nobel di Hutan Lampung: Tambling Jadi Ruang Pertemuan Sains dan Alam

Buntut Demo Ricuh di DPR, 45 Orang Ditetapkan Tersangka

Ribuan Pramuka Penggalang Belajar Energi Terbarukan dan Sawit di Jamnas 2026

Terlebih pada temuan Komnas HAM yang diungkapkan tujuh bulan lalu, kematian Pendeta Yeremia akibat kehabisan darah karena luka tembak. Ditambah, ada bekas body contak di leher seperti luka tikaman. Sehingga, hal itu perlu diuji.

“Benda yang menempel di tubuh sedang diuji di laboratorium di lab Universitas di Makasar dan Pusdokes Polda Papua. Hasil autopsi membutuhkan waktu satu sampai 2 bulan,” katanya dalam telekonferensi, Ahad (6/6/2021).

Ia menuturkan, proses hukum terkait kasus Pendeta Yeremia akan ditentukan dari hasil autopsi. Peristiwa ini baik dalam mengungkap kasus hukum secara transparan di Papua. Sebab biasanya, jarang sekali kasus serupa di Papua untuk dilakukan autopsi.

“Proses hukum Pendeta Yeremia prosesnya menunggu hasil autopsi, kami berharap ini tidak akan lama masuk persidangan dengan transparan, dapat dilihat publik dan paling penting berkeadilan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, upaya hukum ini bisa menghentikan kasus potensial ke depannya. Sebab bedasarkan pantauannya, satu bulan ini sudah jarang sekali ada aksi tembak menembak. Mengingat biasanya dalam waktu seminggu selalu ada.

“Ini berkat transparan menegakan hukum. Komitmen keadilan harus jalan. Kami akan awasi autopsi dan porensik di lab universitas di Makasar dan di Pusdokkes Polda Papua. Ini dilakukan secara independen,” terangnya.

Diketahui, Pendeta Yeremia menjadi korban penembakan di kandang babi, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua pada 19 September 2020. Pelaku diduga Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) personel Komando Rayon Militer (Koramil) Alpius Hasim Madi. (son)

Tags: Komnas HAMPendeta Yeremia ZanambaniPolda Papua

Berita Terkait.

Siti-Hediati-Soeharto
Nasional

Jejak Nobel di Hutan Lampung: Tambling Jadi Ruang Pertemuan Sains dan Alam

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:21
Aksi-Massa
Nasional

Buntut Demo Ricuh di DPR, 45 Orang Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:40
Ribuan Pramuka Penggalang Belajar Energi Terbarukan dan Sawit di Jamnas 2026
Nasional

Ribuan Pramuka Penggalang Belajar Energi Terbarukan dan Sawit di Jamnas 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06
Wamendagri Wiyagus Tegaskan Peran Aktif Satlinmas Krusial Dukung Kelancaran Pembangunan Nasional
Nasional

Wamendagri Wiyagus Tegaskan Peran Aktif Satlinmas Krusial Dukung Kelancaran Pembangunan Nasional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:00
Wamendagri Bima Sebut Kepala Daerah sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan
Nasional

Wamendagri Bima Sebut Kepala Daerah sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50
Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Berbasis Penciptaan Nilai
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Otonomi Daerah Berbasis Penciptaan Nilai

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:40

OLAHRAGA

Olahraga

Ada MU vs Brighton hingga Liverpool vs Tottenham, Ini Drawing Babak Ketiga Carabao Cup

Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 belum dimainkan, tetapi panasnya sudah terasa sejak hasil undian diumumkan. Sejumlah klub Premier...

SelengkapnyaDetails
YKK–Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

YKK–Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.