• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Begini Penampakan Kampus Painan di Banten yang Diduga Bodong

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 1 Mei 2021 - 16:00
in Nusantara
indoposco

Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan yang diduga bodong

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Painan yang terletak di Jalan Syeh Nawawi Albantani, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten diduga memalsukan lima izin tanpa mendapatan tanda tangan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Izin itu untuk menyatukan tiga kampus menjadi satu universitas di Banten. Kampus itu sebagian berada di Jawa Timur, lalu dipindah ke Banten dengan izin Mendikbudristek yang dipalsukan sepanjang 2020.

BacaJuga:

Kekeringan Meluas, BNPB: Ribuan KK Krisis Air Bersih di Jatim, Jateng hingga Jabar

Menkop Ferry Juliantono Letakkan Batu Pertama KDKMP Dekai, Dorong Kebangkitan Ekonomi Papua

Tindak Lanjut Penindakan Rokok Ilegal di Balikpapan, Pelaku Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Kelima izin itu di antaranya, Surat Keputusan (SK) Mendikbud mengenai izin perubahan nama dan lokasi salah satu PTS yang berlokasi di Jawa Timur ke Banten, SK Mendikbud mengenai izin pembukaan prodi akuntansi (sarjana) pada PTS sebagaimanana dimaksud pada poin satu, SK Mendikbud mengenai izin pembukaan prodi kenotariatan (magister) pada salah satu PTS di Banten.

Kemudian, SK Mendikbud mengenai izin Prodi Ilmu Hukum (doktor) pada PTS sebagaimana dimaksud pada poin dua; dan SK Mendikbud mengenai izin penggabungan (dua) sekolah tinggi menjadi universitas di Banten.

Merespon hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Banten Muhamad Nawa Said Dimyati mengatakan, sebuah Universitas tidak boleh beroperasional jika belum mendapatkan izin dari Kemendikbud.

“Kalau nggak ada izin nggak boleh operasional, itu yang harus dilakukan Kemendikbud. Kalau ada pemalsuan itukan ranahnya pidana. Kalau pidana harus melaporkan ke Kepelosian. Saya mendorong dilaporkan ke Kepolisisan untuk menertibkan administratifnya,” katanya saat ditemui di Plaza Aspirasi, Sabtu (1/5/2021).

Nawa yang juga Koordinator Komisi V DPRD Banten itu medorong permasalahaan ini harus dilaporkan kepada Kepolisian. Sebab, hal ini sudah masuk pada ranah pidana.

“Kalau Kemendikbud tahu ada pemalsuan izin, harus melaporkan ke penegakan hukum. Jadi tdak baik melempar sebuah bola di publik ada kampus bodong tapi tidak ada tindakan dari intitusi dengan melaporkan ke aparat hukum,” ungkapnya.

Terpisah, dengan tersebarnya informasi mengenai Universitas Painan tentang SK palsu, pihak Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) melalui Kaprodi Painan, Gustomi menyebutkan, bahwa benar yayasan mengajukan pengajuan Universitas untuk mengembangkan kampus melalui ijin baru.

Pengajuan itu ditempuh secara prosedural, mulai dari kelengkapan surat izin Yayasan maupun surat lain yang menunjang terbitnya SK tersebut.

“Tahapan prosedur dilakukan karena diminta oleh orang yang mengaku pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Namun setelah mendapatkan SK, ternyata SK yang diterima Yayasan palsu,” ujarnya melalui WhatsApp.

Setelah beberapa hari meneriman SK, tim evaluasi kenerja akademik (EKA) besutan Kelembagaan dan Biro Hukum Dikti mengirimkan surat untuk menginvestigasi dan mengecek kebenarannya.

Pada pertemuan itu dihadirkan oknum yang mengaku pegawai Dikti berinisial NP. Dalam penjelasannya di depan perwakilan Yayasan dan tim EKA, bahwa dalam pengurusan SK tidak ada keterlibatan Yayasan maupun pengurus lain.

“Masih dalam kesempatan yang sama, Tim EKA menanyakan kepada saudari NP, apakah ada keterlibatan orang dalam di Dikti, ia menjawab ada, akan tetapi ia tidak mau memunculkan nama oknum di depan Tim EKA dan pengurus yayasan,” jelasnya.

“Setelah didesak Tim EKA, maka yang bersangkutan mau mengatakan siapa oknum pegawai dikti yang terlibat oknum itu berinisial R dan AW, itupun dalam penyampaiannya dilakukan di tempat yang berbeda yaitu berpindah tempat di ruang meeting dan berbicara hanya empat mata dengan salah satu Tim EKA,” tambahnya.

Dengan pengungkapan yang cepat, saat ini Polda Metro Jaya telah menetapkan 5 orang termasuk seorang profesor berinisial S, sebagai tersangka pemalsuan izin pendirian Kampus di Banten. (son)

Tags: Kampus PainanPTS palsu di Banten

Berita Terkait.

jatim
Nusantara

Kekeringan Meluas, BNPB: Ribuan KK Krisis Air Bersih di Jatim, Jateng hingga Jabar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42
ferry
Nusantara

Menkop Ferry Juliantono Letakkan Batu Pertama KDKMP Dekai, Dorong Kebangkitan Ekonomi Papua

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:27
bc
Nusantara

Tindak Lanjut Penindakan Rokok Ilegal di Balikpapan, Pelaku Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:17
Gandeng PLN, Gubernur Banten Andra Soni Tebar Kepastian Energi bagi Investor
Nusantara

Gandeng PLN, Gubernur Banten Andra Soni Tebar Kepastian Energi bagi Investor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:23
Bea Cukai Palembang Dukung Pelaksanaan Super Garuda Shield 2026
Nusantara

Bea Cukai Palembang Dukung Pelaksanaan Super Garuda Shield 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:13
Gunung Bromo Terbakar, Luas Lahan Terdampak Capai 60 Hektare
Nusantara

Gunung Bromo Terbakar, Luas Lahan Terdampak Capai 60 Hektare

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2150 shares
    Share 860 Tweet 538
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1984 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1444 shares
    Share 578 Tweet 361
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.