• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI Group

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 22 September 2026 - 16:16
in Daerah
Di tengah modernisasi dan semakin masifnya produk hasil produksi industri, seorang Asra, perempuan berusia 63 tahun asal Kuala Baru, Aceh, tetap menjaga semangat. Sejak 1990, ia konsisten menekuni usaha sulam kasab, kerajinan khas yang dibuat dengan tangan melalui proses rumit dan membutuhkan kesabaran. Foto: BRI

Di tengah modernisasi dan semakin masifnya produk hasil produksi industri, seorang Asra, perempuan berusia 63 tahun asal Kuala Baru, Aceh, tetap menjaga semangat. Sejak 1990, ia konsisten menekuni usaha sulam kasab, kerajinan khas yang dibuat dengan tangan melalui proses rumit dan membutuhkan kesabaran. Foto: BRI

Share on FacebookShare on Twitter

 

Daerah Ok

BacaJuga:

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Bea Cukai Fakfak Dukung Proyek Strategis Nasional melalui Pelayanan Importasi Tangguh UCC Project

Gandeng Pemkab Malang, Bea Cukai Amankan 5.100 Batang Rokok Ilegal dari Dua Kecamatan

 

INDOPOSCO.ID – Di tengah modernisasi dan semakin masifnya produk hasil produksi industri, kerajinan tradisional menghadapi tantangan untuk tetap bertahan. Proses pengerjaan yang memerlukan waktu panjang, keterampilan khusus, dan ketelitian membuat tidak semua orang bersedia meneruskan tradisi tersebut.

Namun, bagi sebagian orang, menjaga kerajinan tradisional bukan hanya tentang mempertahankan mata pencaharian. Ada warisan budaya, keterampilan lokal, dan identitas daerah yang perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Awalnya usaha ini berangkat dari budaya sulam benang kasab yang memang sudah menjadi tradisi di daerah kami. Karena proses pembuatannya cukup lama dan membutuhkan ketelitian, lambat laun banyak warga yang lebih memilih membeli sulam manik-manik kasab daripada membuatnya sendiri,” ujar Asra.

Melihat kebutuhan tersebut, Asra mulai menawarkan keahliannya dengan menerima pesanan dari rumah ke rumah. Keterampilan menyulam yang semula ia jalankan di sela aktivitas sebagai ibu rumah tangga kemudian berkembang menjadi usaha yang membantu perekonomian keluarga.

Usaha yang awalnya hanya melayani pesanan masyarakat sekitar itu terus berkembang. Kini, hasil sulam manik-manik kasab buatan Asra telah dipasarkan ke berbagai daerah di seluruh Aceh.

Sulam manik-manik kasab memiliki proses pengerjaan yang tidak sederhana. Setiap produk dibuat dengan tangan dan membutuhkan keterampilan khusus. Tarikan benang harus dilakukan dengan hati-hati agar pola yang dihasilkan terlihat rapi.

Pengerjaannya juga tidak dapat diselesaikan secara terburu-buru. Ketelitian dan kesabaran menjadi bagian penting karena kesalahan pada satu bagian dapat memengaruhi keseluruhan hasil kerajinan.

“Keunikan usaha ini ada pada proses pembuatannya yang cukup rumit. Setiap tarikan benang membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Tidak bisa dikerjakan terburu-buru karena setiap bagian harus dibuat dengan hati-hati supaya hasilnya rapi dan bagus,” jelasnya.

Perjalanan panjang usaha Asra sempat menghadapi kendala permodalan. Pada 2020, ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar untuk memperoleh tambahan modal yang dibutuhkan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi, termasuk membeli bahan dalam jumlah lebih banyak. Dengan ketersediaan modal yang lebih memadai, Asra dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menerima lebih banyak pesanan.

“Alhamdulillah, tambahan modal tersebut membantu saya untuk tetap menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan produksi,” katanya.

Selain pembiayaan, Asra mendapatkan pendampingan berupa pelatihan mengenai benang kasab yang diselenggarakan di Kuala Baru. Pelatihan tersebut menambah pengetahuan dan keterampilannya dalam mengelola usaha kerajinan.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi, dampak usaha turut dirasakan oleh masyarakat sekitar. Asra dapat membuka kesempatan kerja sehingga warga lain memperoleh tambahan penghasilan dari kegiatan produksi sulam manik-manik kasab.

Usaha yang mulanya dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga kini memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pada saat yang sama, keberadaan para perajin turut membantu menjaga keterampilan menyulam agar tetap hidup di tengah masyarakat Kuala Baru.

Kisah Asra menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM. Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi dirancang untuk memperluas dan memperdalam akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen ultra mikro, melalui ekosistem yang menggabungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pemberdayaan dan pendampingan usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ultra mikro yang berkelanjutan.

“Melalui Holding Ultra Mikro, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan yang lebih luas. Pelaku usaha seperti Ibu Asra menunjukkan bahwa ketika akses pembiayaan dipadukan dengan pendampingan dan semangat untuk terus berkembang, usaha ultra mikro dapat memberikan manfaat yang jauh melampaui pemilik usahanya sendiri,” ujar Dhanny.

Bagi Asra, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya mempertahankan sulam kasab selama lebih dari tiga dekade. Di tengah perubahan zaman, setiap karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi sumber penghidupan bagi keluarga dan masyarakat sekitar, tetapi juga menjaga keterampilan tradisional Aceh agar tetap hidup dan dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya. (adv)

Tags: Asrakerajinan tradisional AcehPNM Mekaarsulam kasab

Berita Terkait.

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal
Daerah

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangkan Prasarana Lebih Optimal

Selasa, 22 September 2026 - 17:05
bc4
Daerah

Bea Cukai Fakfak Dukung Proyek Strategis Nasional melalui Pelayanan Importasi Tangguh UCC Project

Selasa, 22 September 2026 - 13:53
bc3
Daerah

Gandeng Pemkab Malang, Bea Cukai Amankan 5.100 Batang Rokok Ilegal dari Dua Kecamatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:43
banten
Daerah

Wujudkan Pemerintahan Modern, Gubernur Banten Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan

Selasa, 22 September 2026 - 13:23
adi
Daerah

Gubernur Banten Ajak Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 22 September 2026 - 10:10
sim
Daerah

Pelayanan SIM di Satpas Polres Lebak Mudah dan Presisi, Mahasiswi Asal Bandung Akui Puas

Selasa, 22 September 2026 - 09:09

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.