• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Berharap Presiden Biden Lebih Konstruktif Terhadap Muslim dan Islam

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 10 April 2021 - 04:25
in Headline
Jaksa Agung AS Merrick Garland menyaksikan Wakil Presiden Kamala Harris bertepuk tangan kepada Presiden Joe Biden di Gedung Putih di Washington, AS, Kamis (8/4/2021). Foto: Antara/Reuters/Kevin Lamarque/AWW/sa.

Jaksa Agung AS Merrick Garland menyaksikan Wakil Presiden Kamala Harris bertepuk tangan kepada Presiden Joe Biden di Gedung Putih di Washington, AS, Kamis (8/4/2021). Foto: Antara/Reuters/Kevin Lamarque/AWW/sa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diharapkan lebih konstruktif terhadap Muslim dan Islam. ”Biden menunjukkan pandangan yang jauh lebih positif dan sikap ramah, terutama kepada umat Islam. Muslim di AS sekarang memiliki kesempatan yang luas untuk mengamalkan ajaran Islam dengan baik,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim dalam seminar daring ‘Membaca Arah Kebijakan Presiden AS Joe Biden terkait Muslim dan Dunia Islam’, Jumat (9/4/2021) malam.

Ini sangat kontras dibandingkan pendahulunya, Donald Trump, Biden disebut telah melakukan perubahan fundamental dalam kebijakan AS terkait Muslim dan Islam. AS di bawah kepemimpinan Biden, tak lagi menerapkan kebijakan yang rasis, diskriminatif, dan anti-Islam.

BacaJuga:

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Mengapresiasi pemerintahan Presiden Biden yang disebutnya telah menciptakan suasana yang lebih sehat bagi umat Islam di Amerika. Sudarnoto berharap sikap konstruktif yang dibangun oleh Biden terhadap Muslim dan Islam juga tercermin dalam kebijakan luar negerinya, terutama menyangkut konflik Israel-Palestina.

”Kami sangat berharap dan menuntut tidak ada aneksasi dan tindakan brutal apa pun dari otoritas Israel di Palestina. Peran Amerika dalam bekerja sama dengan negara lain, terutama dengan organisasi masyarakat sipil Muslim dan juga dengan komunitas global, sangat penting untuk menghentikan dan mengakhiri penjajahan Israel—dan pada akhirnya dalam mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Sudarnoto.

Membaiknya kebijakan Pemerintah AS terhadap Islam juga diamini oleh akademisi Muslim Azyumardi Azra yang menyatakan bahwa Biden telah memberikan sikap (gesture) yang sangat positif.

Sikap tersebut, antara lain Biden tunjukkan saat mengucapkan insya Allah pada momentum debat dengan capres petahana Donald Trump, juga saat ia mengutip hadits Nabi Muhammad pada kampanye pencalonannya.

”Presiden Biden dalam kampanyenya berhasil menarik simpati warga Muslim di seluruh dunia dan tak lama setelah pelantikannya sebagai presiden, dia mencabut larangan enam negara Islam untuk berkunjung ke AS,” kata Azyumardi, merujuk pada perintah eksekutif yang sebelumnya diberlakukan Trump untuk melarang masuknya Muslim dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman atau dikenal sebagai Muslim ban.

Namun, meskipun berpendapat bahwa rekam jejak Biden dalam pemerintahan menunjukkan sikap bersahabat dengan Islam dan dunia Muslim, Azyumardi juga menyoroti beberapa aspek yang mungkin menghambat Biden dalam menjalankan kebijakan pro Muslim-nya.

Selain mengkritisi hubungan AS yang bermasalah dengan sejumlah negara Timur Tengah, seperti Iran, Turki, dan Israel, tantangan terbesar yang dihadapi Biden adalah Pandemi Covid-19.

Dengan tingginya infeksi dan kematian di AS akibat penyakit tersebut, Azyumardi memperkirakan bahwa Biden akan sibuk dengan urusan dalam negeri sebelum dapat mempercepat jalannya kebijakan terhadap Muslim dan Islam.

”Saya pikir Biden harus memfokuskan energinya untuk menangani pandemi karena AS sekarang kewalahan dengan Covid-19. Berbeda dengan (mantan Presiden Barack) Obama, Biden tidak dapat mempercepat reformasi kebijakan luar negerinya,” kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu dilansir Antara. (aro)

Tags: Amerika SerikatislamJoe Bidenmuslim

Berita Terkait.

Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39
spbu
Headline

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:55

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2109 shares
    Share 844 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1406 shares
    Share 562 Tweet 352
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1366 shares
    Share 546 Tweet 342
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.