• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Proses Seseorang Jadi Radikal Sangat Rumit

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 8 April 2021 - 12:46
in Nasional
indoposco

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dosen Hukum Pidana yang juga Peneliti Pusat Studi HAM Unair Surabaya Amira Paripurna mengatakan untuk memberantas kejahatan khususnya terorisme memang tidak mudah. Sebab, terorisme karakternya berbeda dengan kejahatan lainnya.

“Memang tidak mudah, apalagi terorisme yang memiliki karakter yang berbeda dengan kejahatan lainnya. Bekerja dalam sel-sel, ada jaringan tertentu, terorganisir, dan berkaitan dengan ideologi,” ujar Amira saat dihubungi INDOPOSCO, Kamis (8/4/2021).

BacaJuga:

Kemendiktisaintek Minta Rektor Awasi OSMB untuk Cegah Perploncoan

Menjaga Asa Para Pelaut: Saat Pelabuhan Benoa Jadi Saksi Perlindungan Hak ABK

Wamenkop Dorong Koperasi Naik Kelas Lewat Akses Pasar Global

“Nah sel-sel ini bisa seolah-olah tampak sudah hilang, dormant, atau mati. Tantangan lainnya juga munculnya model-model serangan teroris yang bersifat lone wolf, ini lebih sulit lagi dideteksi,” sambungnya.

Lebih lanjut Amira menjelaskan, proses seseorang menjadi radikal itu sangat rumit. Dia lebih memilih menggunakan istilah ekstremisme. Sebab, jika seseorang merasa tidak nyaman dengan situasi demokrasi saat ini, dia akan mencari ideologi lain atau menjadi ekstrem sehingga melakukan kekerasan.

“Bisa karena alasan personal atas ideologi yang dipilihnya, karena ada propaganda politik yang menarik. Bisa juga pengaruh kekecewaan terhadap situasi politik, etika para elit politik yang buruk. Sehingga menyebabkan publik menjadi apatis, kecewa, tidak percaya, terhadap demokrasi dan menjadikan radikalisme/ektremisme sebagai jalan alternatif,” ungkapnya.

“Kenapa menjadi tidak percaya demokrasi bisa jadi karena ada penegakan hukum yang tidak konsisten, penegakan hukum yang tebang pilih. Situasi ini memang sangat kompleks,” imbuhnya. (yah)

Tags: Paham RadikalismeRadikalisme

Berita Terkait.

Belmawa
Nasional

Kemendiktisaintek Minta Rektor Awasi OSMB untuk Cegah Perploncoan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:24
Inspeksi-Kapal-Perikanan
Nasional

Menjaga Asa Para Pelaut: Saat Pelabuhan Benoa Jadi Saksi Perlindungan Hak ABK

Sabtu, 5 September 2026 - 11:23
Farida
Nasional

Wamenkop Dorong Koperasi Naik Kelas Lewat Akses Pasar Global

Sabtu, 5 September 2026 - 10:42
Abdul-Mu'ti
Nasional

Dongkrak Mutu Pendidikan Nasional, Mendikdasmen Kejar Revitalisasi 100 Ribu Sekolah

Sabtu, 5 September 2026 - 10:32
Suharyanto
Nasional

Satgas Darat Jadi Tumpuan Utama, BNPB dan Kemenhut Pacu Penanganan Karhutla Gambut di Kalbar

Sabtu, 5 September 2026 - 10:02
MBG
Nasional

Dugaan Keracunan MBG, DPR RI: Pengawasan Tak Cukup Makanan Saja

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.