• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Dua Hari Bujukan Aloysius Soegianto dan Jejak Kopassus

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 24 Februari 2021 - 22:33
in Headline
Sejumlah prajurit Kopassus saat mengikuti prosesi pemakaman Kolonel (Purn) Aloysius Soegiyanto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). (Insert) Aloysius Soegiyanto. Foto : Ist/Eko Narse/AKBM/indoposco.id

Sejumlah prajurit Kopassus saat mengikuti prosesi pemakaman Kolonel (Purn) Aloysius Soegiyanto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). (Insert) Aloysius Soegiyanto. Foto : Ist/Eko Narse/AKBM/indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tok tok tok! Terdengar ketukan di pintu rumah orang bule, Rokus B. Visser atau Mochammad Idjon Djanbi. Sesosok pemuda datang menghadap Visser. Dia adalah seorang perwira pertama, Letnan Dua (Letda) Aloysius Soegianto.

Peristiwa itu terjadi sekitar 1951 di kediaman Visser, Kampung Cukul, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Kala itu, Visser berprofesi sebagai petani bunga atau kembang.

BacaJuga:

Anak Krakatau Masih Siaga, Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Terus Dilakukan

Anak Krakatau Remains on Alert as Search for Journalists in Sunda Strait Continues

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, DPR Soroti Pentingnya Kepastian bagi Keluarga

Visser bukanlah orang sembarangan. Awalnya dia berkewarganegaraan Belanda dan mantan komandan sekolah terjun payung Belanda. Idjon juga pernah ikut latihan pasukan khusus Inggris SAS (Special Air Service). Pada September 1944, dia terlibat dalam Operasi Market Garden saat Perang Dunia II. Market Garden merupakan operasi pasukan Sekutu dalam membebaskan Belanda dari pasukan Nazi Jerman pimpinan Hitler.

Visser merupakan personel pasukan elite Belanda yang akhirnya menjadi WNI (Warga Negara Indonesia). Dia juga menikah dengan seorang perempuan Suku Sunda dan memeluk agama Islam. Kemudian, Visser mengganti namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi dan menetap sebagai petani bunga di Jabar.

Pengalaman militer Idjon menarik perhatian Kolonel A.E. Kawilarang. Usai penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan) atau pada 2 November 1951, Kawilarang yang menjabat Panglima Tentara & Teritorium III/Siliwangi, Jabar ingin mewujudkan cita-cita sahabat Letkol Slamet Rijadi untuk membentuk pasukan elite dengan kualifikasi komando.

Dalam buku AE Kawilarang: Untuk Sang Merah Putih, 1989, Kawilarang menulis, “Untuk melawan gerakan-gerakan gerombolan yang mobil itu, saya perhitungkan, perlu dibentuk suatu kesatuan yang terlatih bertempur, secara kesatuan kecil sampai dengan dua orang saja dan all round. Dan itu harus diciptakan, diadakan.”

Kawilarang lantas memerintahkan mantan ajudannya, Letda Aloysius Soegianto menemui Idjon. Tak lama, Soegiyanto pun mendatangi kediaman Idjon. Tidak mudah membujuk dan mengajak Idjon kembali ke dunia militer. Namun dia tidak patah semangat menghadapi karakter keras Idjon.

Heru Djanbi, putra Idjon Djanbi mengaku tidak banyak mengetahui tentang sosok ayahnya saat menggeluti bidang militer. ”Bapak orangnya tertutup, apalagi kalau berbicara tentang militer,” ujarnya kepada indoposco.id pada Rabu (23/2/2021).

Namun dari informasi yang Heru terima, ayahnya saat itu memang enggan kembali ke dunia militer. Namun Soegianto keukeuh membujuk ayahnya. ”Sampai Pak Soegianto menginap di rumah selama dua hari, dua malam di Kampung Cukul, Pangalengan,” ujar Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) AKBM (Anak Korps Baret Merah) itu.

Dengan upaya bujuk rayu Soegianto, akhirnya hati Idjon luluh jua. ”Bapak bersedia dan meminta pangkatnya naik setingkat menjadi mayor,” ujar Heru yang saat kejadian itu belum lahir.

Kemudian pada 1 April 1952, atas keputusan Menteri Pertahanan (Menhan) Sri Sultan Hamengkubuwono IX, maka Idjon Djanbi dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor Infanteri TNI AD dengan NRP 17665.

Idjon bersedia melatih pendidikan CIC II (Combat Inteligen Course) Cilendek, Bogor, Jabar. Dia juga mengajarkan materi parakomando sampai perang gunung-hutan.

Dalam buku Kopassus: Inside Indonesia’s Special Forces yang ditulis Ken Conboy, Soegianto yang merupakan angkatan pertama pasukan komando mengenal sosok Idjon sebagai komandan dengan disiplin tinggi.

Demikian pula Benny Moerdani dalam buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap, 2018, mengalami kerasnya didikan Idjon untuk melatih para calon pasukan komando selama enam bulan. Kerasnya latihan membuat Benny dan rekan-rekannya sering menggerutu di belakang Idjon.

Setelah Idjon melatih di Sekolah Komando angkatan pertama, sebanyak 44 siswa dari total 80 orang yang mengikuti seleksi dinyatakan lulus.

Selanjutnya, pada 16 April 1952 dibentuklah pasukan khusus dengan nama Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi (Kesko III) di bawah komandan Mayor Inf Idjon Djanbi.

Berjalannya waktu, pasukan elite itu mengalami reorganisasi menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 18 Maret 1953, RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) pada 25 Juli 1955, Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus AD) pada 12 Desember 1966, Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) pada 17 Februari 1971, dan Kopassus (Komando Pasukan Khusus) pada 26 Desember 1986 sampai saat ini.

Dari perjalanan tersebut, peran awal Aloysius Soegianto dalam pembentukan pasukan elite TNI AD sangat krusial. Pria yang pensiun dengan pangkat Kolonel itu mengembuskan napas terakhir di usia 93 tahun pada Selasa (23/2/2021) pukul 14.30 WIB di Rumah Sakit (RS) Bhakti Yudha, Depok, Jabar. Sebelumnya, pria kelahiran Yogyakarta, 25 Juni 1928 tersebut menderita sakit.

Pada Rabu siang (24/2/2021), Soegianto dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Selamat jalan pahlawan! (aro)

Tags: aloysius-soegiyantopahlawanpemakaman

Berita Terkait.

sarr
Headline

Anak Krakatau Masih Siaga, Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Terus Dilakukan

Jumat, 11 September 2026 - 20:32
sarrr
Headline

Anak Krakatau Remains on Alert as Search for Journalists in Sunda Strait Continues

Jumat, 11 September 2026 - 20:22
sar
Headline

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, DPR Soroti Pentingnya Kepastian bagi Keluarga

Jumat, 11 September 2026 - 20:02
sembako
Headline

Ada Pungli di Penyaluran Bantuan Pangan Beras, Bapanas Buka Suara

Jumat, 11 September 2026 - 19:52
journalist
Headline

Journalists Observe Moment of Silence, Pray for Colleagues Missing in Sunda Strait

Jumat, 11 September 2026 - 19:19
jurnalis
Headline

Insan Pers Heningkan Cipta, Panjatkan Doa untuk Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 17:17

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Doli Larang Golkar Tapteng Ikut-ikutan Pemakzulan Masinton Pasaribu

    641 shares
    Share 256 Tweet 160
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.