• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Wisatawan Padati Kawasan Pemukiman Badui Nikmati Alam Gunung Kendeng

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 15 Mei 2023 - 01:11
in Nusantara
badui

Wisatawan istirahat di Kampung Kadu Ketug kawasan permukiman masyarakat Badui, setelah melintasi jalan setapak melintasi perbukitan, pegunungan yang curam tajam menuju perkampungan Badui Dalam sepanjang 13 kilometer. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wisatawan domestik memadati kawasan pemukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (14/5) untuk menikmati panorama alam di Pegunungan Kendeng bersama anggota keluarga dan rombongan.

“Kami berjalan kaki selama delapan jam dari perkampungan Badui Dalam, tepatnya Kampung Cibeo pukul 08.00 WIB dan tiba di Kampung Kadu Ketug pukul 16.00 WIB dengan cukup melelahkan dan menguras keringat,”kata Ida (35) seorang wisatawan warga DKI Jakarta saat ditemui di Ciboleger Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Minggu.

BacaJuga:

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Selama keberangkatan maupun kepulangan dari pemukiman Badui ke Ciboleger cukup menyenangkan, selain panorama alamnya indah, hijau dan lestari.

Selain itu juga perjalanan yang melelahkan dan hati-hati, karena melintasi jalan setapak yang kiri dan kanan terdapat tebing yang curam.

“Kami sangat senang melintasi jalan setapak dengan menembus hutan dan tebing yang cukup membahayakan,”kata Ida sambil menyatakan kali pertama mengunjungi Badui Dalam.

Ia mengaku dirinya mengunjungi kawasan pemukiman Badui Dalam bersama rombongan kantor, dimana panorama alam Badui masih asri dan lestari dengan pepohonan hijau juga topografinya perbukitan dan Pegunungan Kendeng.

Sebetulnya, wisata kekawasan Badui sangat menyenangkan dan menyehatkan dengan berjalan kaki melintasi hutan dan banyak tebing, curam dan perbukitan.

Perjalanan selama delapan jam sambil istirahat ke pemukiman Badui Dalam melelahkan dan menguras tenaga.

Mesti berjalan kaki menempuh sepanjang 13 kilometer dari Terminal Ciboleger ke Kampung Badui Dalam sangat senang juga bisa menghilangkan rasa stres.

“Beruntung, rombongan itu kebanyakan usia muda dan tidak ada mengidap penyakit jantung dan darah tinggi, sehingga perjalanan yang melelahkan itu menyehatkan dan selamat sampai kembali ke Jakarta,”katanya menjelaskan.

Begitu juga wisatawan lainnya, Nisa (35) warga Tangerang mengaku dirinya bersama rombongan menginap di Kampung Badui Dalam dengan jalan kaki dari Terminal Ciboleger ke Kampung Cibeo di kawasan pemukiman Badui.

Selama perjalanan menyenangkan dengan jalan setapak menembus perbukitan dan banyak curam yang membahayakan.

“Kami berjalan kaki juga didampingi warga Badui dengan dibantu dengan memegang alat tonggak agar tidak jatuh,”kata Nisa.

Sarkim (40) seorang petugas wisata Badui mengaku sejak Sabtu-Minggu jumlah wisatawan yang mengunjungi pemukiman Badui sekitar 1.200 orang dan mereka dari berbagai daerah di sejumlah daerah di Banten, DKI Jakarta, Bogor dan Karawang, Jawa Barat.

Kebanyakan wisatawan itu menginap di permukiman Kampung Badui Dalam, seperti Kampung Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik.

“Kami memberlakukan tarif masuk ke pemukiman Badui Rp5.000/orang sesuai Peraturan Desa setempat,”katanya menjelaskan.

Sementara itu, Tetua adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan saat ini diperkirakan ribuan wisatawan dari berbagai daerah mengunjungi kawasan permukiman Badui sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Badui.

Apalagi, saat ini pemukiman kawasan Badui memasuki musim panen durian, sehingga banyak wisatawan membeli durian dengan jumlah banyak untuk oleh-oleh.

Selain itu juga pelaku UMKM masyarakat Badui terbantu pendapatan ekonomi karena dampak banyaknya kunjungan wisatawan tersebut.

Mereka wisatawan juga membeli aneka kerajinan pelaku UMKM masyarakat Badui, seperti kain tradisional,tas koja, baju kampret, lomar, souvernir, batik Badui dan lainnya.

“Kami meyakini dengan banyak kunjungan wisatawan ke sini tentu dapat menggulirkan uang hingga jutaan rupiah di kawasan pemukiman Badui,kata Jaro Saija. (bro)

Tags: Alam Gunung KendengbaduiWisatawan

Berita Terkait.

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia
Nusantara

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:05
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    6502 shares
    Share 2601 Tweet 1626
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1703 shares
    Share 681 Tweet 426
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1023 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    961 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.