Nasional

Pembersihan Puing Rumah Terdampak Gempa Cianjur Dipastikan Selesai 40 Hari

INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembersihan puing rumah terdampak gempa bumi M 5.6 Cianjur dapat selesai dalam waktu 40 hari, sehingga pembangunan kembali rumah yang hancur dapat segera dilakukan. Sampai Rabu (4/1), sudah ada lebih dari seribu rumah yang telah dibersihkan.

Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Suharyanto mengatakan, setelah pembersihan selesai, maka warga dapat membangun kembali rumahnya di lokasi yang sama atau insitu, khususnya bagi mereka yang telah mendapat rekomendasi untuk tidak harus direlokasi.

“Fokus satu bulan atau 40 hari terakhir ini kita bersihkan puing-puing rumah. Sekarang yang sudah dibersihkan ini hampir seribu rumah. Nanti begitu sudah bersih, secara paralel akan dibangun kembali rumah-rumah yang tidak relokasi. Yang insitu, yang tidak harus pindah,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/1).

Baca Juga : Penanganan Darurat Masih Berlangsung Pascabanjir dan Longsor Kabupaten Kupang

Dalam proses pembersihan puing hingga pembangunan rumah kembali, Suharyanto mengatakan pemerintah telah membentuk satgas khusus yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan lembaga terkait lainnya berjumlah 2.500 personel. Sampai hari ini, seluruh personel itu terus membantu masyarakat membersihkan puing.

“Akan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri dibantu TNI, Polri. Sudah ada satgas berjumlah 2.500 orang. Tiap hari membantu masyarakat membersihkan puing,” ungkapnya.

Selain personel, pemerintah juga telah mengerahkan lebih dari 40 alat berat untuk mempercepat proses pembersihan puing di 16 kecamatan. Hal itu dilakukan karena pembersihan puing rumah dan bangunan yang hancur tidak dapat dilakukan tanpa alat berat.

“Menggunakan alat berat. Puing kan tidak bisa hanya pakai tangan. Alat berat per hari ini sudah ada sebanyak 40 alat berat tersebar di 16 kecamatan,” terang Suharyanto.

Siapkan Relokasi

Suharyanto menjelaskan Pemerintah saat ini juga tengah menggarap pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di dua titik, yakni di Desa Sirnagalih dan Desa Murnisari. Dua lokasi relokasi itu diperuntukkan bagi warga yang memang mendapat rekomendasi harus direlokasi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button