Nasional

Hadapi Era Industri 4.0, Terapkan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Sedari Dini

INDOPOSCO.ID – Perkembangan teknologi semakin pesat dan persaingan era industri 4.0 di depan mata. Tak dipungkiri, banyak aspek-aspek yang telah terdisrupsi oleh adanya kemajuan teknologi, baik ke arah perkembangan yang positif, seperti lebih mudahnya akses karena bantuan teknologi, atau justru ke arah yang negatif karena tak sanggup bertahan sehingga tersapu zaman.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil, mengemukakan bahwa tantangan era industri 4.0 akan semakin beragam akibat perkembangan teknologi yang kian masif. Ia menyebut bahwa berdasarkan beberapa prediksi, dalam 20 tahun ke depan akan banyak profesi yang saat ini ada, tetapi menjadi tidak relevan di masa depan. “Pekerjaan tertentu bisa saja dapat digantikan oleh kecerdasan artifisial atau AI dan robot, serta segala hal yang berbasis digital,” ujar Sofyan A. Djalil dalam Kuliah Umum yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Selasa (28/12/2021).

Baca Juga : Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan Sertipikat Redistribusi Tanah eks-HGU di Kabupaten Semarang

Sofyan A. Djalil menegaskan bahwa penting bagi seluruh pihak untuk mempersiapkan generasi saat ini dalam menghadapi tantangan di masa depan. Ia berkata bahwa perlunya penerapan pendidikan holistik berbasis karakter bagi anak. Pendidikan holistik berbasis karakter melihat keseimbangan antara kecerdasan otak, kecerdasan hati, dan kecerdasan tangan.

Sofyan A. Djalil menuturkan bahwa seringkali pendidikan Indonesia hanya menekankan kepada kecerdasan otak dan tangan, tetapi lupa untuk mengembangkan kecerdasan hati. “Banyak orang yang ‘merasa bisa’, tetapi ternyata hanya sedikit yang ‘bisa merasa’. Bagaimana dapat memosisikan diri untuk punya empati kepada orang lain. Ini yang disebut dengan kecerdasan emosi,” terangnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button