• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kenaikan Angka Kekerdilan, BKKBN Minta Setiap Provinsi Mewaspadai

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 23 November 2021 - 07:45
in Nasional
bkkbn

Potret Plt. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani (kiri) saat memberikan arahan di Jakarta, Senin (22/11/2021). Foto : BKKBN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta setiap provinsi mewaspadai terjadinya kenaikan angka prevalensi tengkes (kekerdilan), khususnya pada daerah yang telah menjadi area nol tengkes.

“Balita yang sakit, diare tiga hari, bisa saja menjadi tengkes. Jadi, kita harus tetap waspada,” kata Plt. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani dalam keterangan tertulis BKKBN di Jakarta, Senin (22/11/2021).

BacaJuga:

Kejar Target 100 Persen, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

KKP dan BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Mutu Ikan untuk Dukung Program MBG

Pulihkan Usaha Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Manfaatkan Pasar Digital

Dwi menekankan semua pihak perlu memberikan perhatian khusus pada calon ibu dan ibu hamil, karena potensi anak terlahir dalam keadaan tengkes bisa muncul setiap waktu akibat berbagai macam penyebab, seperti ibu tidak mendapatkan perawatan dan asupan gizi yang baik.

Selain itu, keluarga atau calon pengantin yang tidak mengetahui pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan setelah bayi dilahirkan juga menjadi penyebab anak lahir dalam keadaan tengkes. Oleh sebab itu, pada masa itu keluarga harus benar-benar mengamati, mengawasi dan membantu ibu menjaga kondisi kesehatannya.

Dalam membantu setiap provinsi menurunkan angka prevalensinya, BKKBN melakukan sejumlah upaya, seperti bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan merancang program baru berupa pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin.

Nantinya program itu, perlu diikuti oleh setiap calon pengantin tiga bulan sebelum melakukan pernikahan untuk memeriksa kesehatan calon ibu, seperti pemeriksaan hemoglobin (Hb), adanya anemia atau tidak serta apakah indeks massa tubuh seperti tinggi dan berat badan ibu memenuhi syarat untuk hamil.

“Kalau langsung hamil, janin tidak sehat itu bahaya karena bisa melahirkan anak tengkes. Apalagi, bila ibu dan bayi dalam kandungannya kekurangan gizi,” kata dia.

BKKBN juga membantu memantau asupan gizi ibu dan anak melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), yang menyediakan makanan bergizi melalui pemanfaatan pangan lokal di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang ada di daerah tersebut.

Ia menuturkan bahwa Dashat didirikan secara gotong royong untuk membantu keluarga yang tidak mampu sekaligus memberikan edukasi mengenai perbaikan pola makan bergizi.

Baca Juga: BKKBN: ASI Eksklusif Cegah Kematian Bayi

Ia menargetkan 70 persen ibu yang baru melahirkan, dapat memakai alat atau obat kontrasepsi guna memberikan jarak kelahiran antar-anak yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tengkes.

“Menurut penelitian, semakin pendek jarak kelahiran antar-anak, semakin berisiko anak yang dilahirkan menderita tengkes. Makanya, dalam satu keluarga jangan ada dua balita,” tegas Dwi dilansir Antara.

Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan H. Ramlan mengatakan kampung KB menjadi miniatur program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Di Kampung KB berbagai program pemerintah bersinergi secara sistemik dan sistematis dan bisa diintervensi instansi lain untuk memberdayakan masyarakat,” tandasnya.

Dashat yang diluncurkan BKKBN menjadi salah satu program yang bersinergi dengan program lain yang dijalankan pemerintah. Misalnya Taman PKK, Taman Obat hingga Taman Buah.

Ia menjelaskan melalui Dashat pula, masyarakat bisa memberdayakan lahan yang ada di lingkungan atau sekitar rumahnya dengan menanam tanaman atau sayuran bergizi demi memenuhi gizi keluarga.

“Juga untuk menghindari stunting. Hasilnya tidak hanya untuk ibu hamil atau balita saja, tapi juga untuk seluruh anggota keluarga,” ujar Ramlan. (mg3)

Tags: berencanabkkbnkeluarga

Berita Terkait.

Kejar Target 100 Persen, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak
Nasional

Kejar Target 100 Persen, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran Anak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30
KKP dan BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Mutu Ikan untuk Dukung Program MBG
Nasional

KKP dan BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Mutu Ikan untuk Dukung Program MBG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18
Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor
Nasional

Pulihkan Usaha Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Manfaatkan Pasar Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:06
Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor
Nasional

Bukan Cuma Makan Gratis, Menko PMK Buka Suara Soal PR Besar Sekolah di Bogor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:19
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Komisi VIII DPR: Jemaah Haji 2027 Cukup Siapkan Rp23,24 Juta, Dapat Subsidi Rp3 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:15
Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Nasional

Wamendagri Dorong Percepatan Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:04

OLAHRAGA

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Ali Rachman
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID - Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.