• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Hanya Negara dengan Warga Sadar Prokes yang Bisa Kendalikan Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 17 Februari 2022 - 21:12
in Headline
prokes

Ilustrasi - Anggota Polri melakukan imbauan untuk menggunakan masker pada warga yang beraktivitas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (6/9/2020). Foto: Antara/Aprillio Akbar/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hanya negara dengan warga yang sadar akan protokol kesehatan yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

“Protokol kesehatan terbukti secara ilmiah dapat menekan laju penularan. Untuk itu mari kita pelajari bersama kebijakan protokol kesehatan, utamanya kebijakan memakai masker dan larangan berkerumun,” kata Wiku dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 17 Februari 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (17/2/2022), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta KPK Gadungan, Polisi Turun Tangan

Ahmad Sahroni Reports Rp300 Million Extortion by Fake KPK Officers, Police Launch Investigation

Four Fake KPK Officers Arrested, USD 17,400 Seized

Wiku mencontohkan negara Denmark merupakan salah satu negara yang tergolong mengalami kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi dari negara lainnya karena kenaikan mencapai 13 kali lipat.

Kasus kematian di Denmark saat ini menjadi setara dengan masa puncak sebelumnya, sedangkan angka perawatan di rumah sakit telah mencapai dua kali lipat dari puncak kasus yang lalu. Hal itu merupakan dampak nyata dari tidak diberlakukannya kebijakan wajib masker dan larangan berkerumun.

Di Amerika Serikat, meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan wajib masker dan larangan berkumpul lebih dari 10 orang, angka kematian justru mengalami peningkatan hingga 20 persen lebih tinggi dari puncak lalu, termasuk tingkat perawatan di rumah sakit yang mencapai rekor tertinggi dua kali lipat dari puncak kasus Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di Prancis, di mana tren perawatan rumah sakit menjadi setara dengan puncak sebelumnya, walaupun pemerintah menerapkan kebijakan serupa bahkan memberikan batasan berkumpul lebih dari 100 orang.

“Kebijakan di dua negara ini tidak dapat terlaksana dengan baik. Terlihat dari banyaknya aksi demonstrasi turun ke jalan dan penolakan penggunaan masker dari masyarakat khususnya terkait asas kebebasan,” kata Wiku.

Dengan melihat kondisi nyata ketiga negara, ia menyimpulkan bila kebijakan yang mengedepankan protokol kesehatan memang menjadi salah satu faktor suatu negara bisa mencegah terjadinya lonjakan kasus baik dari kasus infeksi, angka kematian maupun keterisian di rumah sakit (BOR).

Menurut Wiku, bila sebuah negara tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan masyarakat tidak membantu menghadapi pandemi, maka lonjakan kasus kematian dan perawatan sangat mungkin dapat terjadi.

Oleh sebab itu, Wiku meminta setiap pihak dapat memahami bila kebebasan yang melekat pada setiap individu, tidak menjadikan orang tersebut bebas untuk menempatkan orang lain pada situasi yang berisiko hingga mengakibatkan gejala berkepanjangan bahkan menghilangkan nyawa.

“Kebebasan juga tidak berarti kita bebas mengacuhkan keselamatan bersama. Ingat! pembatasan aktivitas yang harus diterapkan, ketika kasus melonjak tidak hanya merugikan kita sebagai individu namun juga menimbulkan penurunan ekonomi negara yang tidak sedikit jumlahnya,” kata Wiku. (mg3)

Tags: covid-19ProkesSatgas Covid-19

Berita Terkait.

Bhudi
Headline

Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta KPK Gadungan, Polisi Turun Tangan

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Sahroni
Headline

Ahmad Sahroni Reports Rp300 Million Extortion by Fake KPK Officers, Police Launch Investigation

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Budi-P
Headline

Four Fake KPK Officers Arrested, USD 17,400 Seized

Jumat, 10 April 2026 - 16:08
pras
Headline

Empat Pegawai Gadungan KPK Ditangkap, Sita USD 17,400

Jumat, 10 April 2026 - 16:08
libanon
Headline

Abaikan Kesepakatan Damai, Serangan Brutal Israel di Lebanon Bantai Puluhan Anak

Jumat, 10 April 2026 - 09:41
Antonio-Guterres
Headline

PBB Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Gencatan Senjata Timteng Terancam Batal

Kamis, 9 April 2026 - 17:39

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.