• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Hanya Negara dengan Warga Sadar Prokes yang Bisa Kendalikan Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 17 Februari 2022 - 21:12
in Headline
prokes

Ilustrasi - Anggota Polri melakukan imbauan untuk menggunakan masker pada warga yang beraktivitas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (6/9/2020). Foto: Antara/Aprillio Akbar/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hanya negara dengan warga yang sadar akan protokol kesehatan yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

“Protokol kesehatan terbukti secara ilmiah dapat menekan laju penularan. Untuk itu mari kita pelajari bersama kebijakan protokol kesehatan, utamanya kebijakan memakai masker dan larangan berkerumun,” kata Wiku dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 17 Februari 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (17/2/2022), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang

DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta

Dikabulkan MK, Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Wiku mencontohkan negara Denmark merupakan salah satu negara yang tergolong mengalami kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi dari negara lainnya karena kenaikan mencapai 13 kali lipat.

Kasus kematian di Denmark saat ini menjadi setara dengan masa puncak sebelumnya, sedangkan angka perawatan di rumah sakit telah mencapai dua kali lipat dari puncak kasus yang lalu. Hal itu merupakan dampak nyata dari tidak diberlakukannya kebijakan wajib masker dan larangan berkerumun.

Di Amerika Serikat, meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan wajib masker dan larangan berkumpul lebih dari 10 orang, angka kematian justru mengalami peningkatan hingga 20 persen lebih tinggi dari puncak lalu, termasuk tingkat perawatan di rumah sakit yang mencapai rekor tertinggi dua kali lipat dari puncak kasus Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di Prancis, di mana tren perawatan rumah sakit menjadi setara dengan puncak sebelumnya, walaupun pemerintah menerapkan kebijakan serupa bahkan memberikan batasan berkumpul lebih dari 100 orang.

“Kebijakan di dua negara ini tidak dapat terlaksana dengan baik. Terlihat dari banyaknya aksi demonstrasi turun ke jalan dan penolakan penggunaan masker dari masyarakat khususnya terkait asas kebebasan,” kata Wiku.

Dengan melihat kondisi nyata ketiga negara, ia menyimpulkan bila kebijakan yang mengedepankan protokol kesehatan memang menjadi salah satu faktor suatu negara bisa mencegah terjadinya lonjakan kasus baik dari kasus infeksi, angka kematian maupun keterisian di rumah sakit (BOR).

Menurut Wiku, bila sebuah negara tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan masyarakat tidak membantu menghadapi pandemi, maka lonjakan kasus kematian dan perawatan sangat mungkin dapat terjadi.

Oleh sebab itu, Wiku meminta setiap pihak dapat memahami bila kebebasan yang melekat pada setiap individu, tidak menjadikan orang tersebut bebas untuk menempatkan orang lain pada situasi yang berisiko hingga mengakibatkan gejala berkepanjangan bahkan menghilangkan nyawa.

“Kebebasan juga tidak berarti kita bebas mengacuhkan keselamatan bersama. Ingat! pembatasan aktivitas yang harus diterapkan, ketika kasus melonjak tidak hanya merugikan kita sebagai individu namun juga menimbulkan penurunan ekonomi negara yang tidak sedikit jumlahnya,” kata Wiku. (mg3)

Tags: covid-19ProkesSatgas Covid-19

Berita Terkait.

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang
Headline

Kongkalikong Anak-Bapak: Anggota Polri di KPK dan Ayahnya Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:17
DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta
Headline

DPR Minta Penyidikan Transparan, Kematian Sutrimo Harus Terungkap Berdasarkan Fakta

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:15
toyo
Headline

Dikabulkan MK, Anggaran MBG Harus Dipisah dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:57
anom
Headline

KPK Tetapkan 4 Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Termasuk Anggota Polri

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:31
Prabowo
Headline

Kepercayaan Publik pada Prabowo Anjlok, Pengamat Soroti Gap Retorika dan Realita

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:34
Febrie
Headline

Kejagung Panggil 2 Saksi Lagi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, 1 Orang Mangkir

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:43

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1623 shares
    Share 649 Tweet 406
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3074 shares
    Share 1230 Tweet 769
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    826 shares
    Share 330 Tweet 207
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    815 shares
    Share 326 Tweet 204
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.