• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Santriwati Sukoharjo Diduga Trauma Usai Digerebek, Mafirion Desak LPSK Turun Tangan

Nasuha Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:21
in Headline
Ilustrasi para santri. Foto: Dokumen Kemenag

Ilustrasi para santri. Foto: Dokumen Kemenag

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera turun tangan mendampingi pemulihan psikologis para santriwati pondok pesantren putri di Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah tersebut dinilai penting menyusul dugaan trauma yang dialami para santriwati setelah pondok pesantren mereka digerebek aparat kepolisian.

Ia menilai, peristiwa tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama karena melibatkan perempuan dan anak-anak (santriwati Sukoharjo,red). Penegakan hukum, kata dia, harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menghormati hak dan martabat kelompok rentan.

BacaJuga:

Pemprov Jakarta Dukung Aturan Larangan Vape Anggota Polri

Mahfud MD Sebut Putusan MA soal Ijazah Gibran Berlaku Surut, Ini Alasannya

Following Pesantren Raid, Ombudsman Issues Five Demands to National Police

Penggerebekan itu dilakukan menyusul dugaan keterlibatan pihak pesantren dalam pembakaran sebuah warung yang menjual daging babi di wilayah Sukoharjo. Namun, berdasarkan informasi dari pihak pesantren, pemeriksaan kepolisian tidak menemukan keterlibatan pihak pesantren dalam peristiwa tersebut. Seluruh santriwati dan ustazah kemudian dipulangkan.

“Kami meminta LPSK turun tangan memberikan pendampingan psikologis kepada para santriwati, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat peristiwa penggerebekan tersebut. Pemulihan kondisi psikologis korban harus menjadi perhatian serius,” tegas Mafirion dalam keterangan, Sabtu (31/10/2026).

Politisi Fraksi PKB ini mengungkapkan, berdasarkan keterangan pihak pesantren, penggerebekan berlangsung ketika para santriwati sedang tidur. Situasi tersebut disebut membuat mereka panik karena tidak sempat mempersiapkan diri, termasuk mengenakan jilbab atau menutup aurat.

Dia mengingatkan, kondisi semacam itu berpotensi menimbulkan ketakutan dan tekanan psikologis, terlebih bagi anak-anak. Karena itu, LPSK diminta segera melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi para santriwati dan menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.

Dalam Surat Edaran Nomor 010/RTQ-HQ/SE/X/2026 yang ditandatangani Mudiroh Ustazah Aisyah Humairah, pihak pesantren juga menyampaikan dugaan adanya tindakan kekerasan verbal dan fisik selama penggerebekan. Sejumlah santriwati disebut ditarik keluar kamar dalam kondisi belum mengenakan jilbab dan berhadapan dengan aparat yang membawa senjata laras panjang.

Surat tersebut juga menyebut para santriwati, ustazah, serta anak-anak di bawah umur, termasuk dua balita berusia 3 dan 5 tahun, dibawa ke Polsek Mojolaban sekitar pukul 03.51 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Pihak pesantren turut mempersoalkan dugaan tidak adanya pendampingan orang tua maupun kuasa hukum selama proses tersebut.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut disebutkan para santriwati mengalami keterlambatan memperoleh makanan hingga dipindahkan ke Polres Sukoharjo. Mereka dikabarkan baru mendapatkan makanan sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi lemas dan kelaparan.

Mafirion menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dianggap selesai hanya karena pemeriksaan telah berakhir dan para santriwati sudah dipulangkan. Dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan dari peristiwa itu harus tetap menjadi perhatian negara.

Dia berharap LPSK berkoordinasi dengan pihak pesantren dan instansi terkait untuk memastikan para santriwati mendapatkan perlindungan serta pemulihan sesuai kebutuhan. Peristiwa ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi aparat penegak hukum agar prosedur perlindungan perempuan dan anak diterapkan dalam setiap operasi maupun pemeriksaan.

“Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terutama perempuan dan anak-anak. Penegakan hukum tidak boleh mengabaikan hak asasi manusia dan martabat seseorang,” tegasnya. (nas)

Tags: DPR RILPSKMafirion Syamsuddin RogosantriwatiSantriwati Ponpes Sukoharjotrauma

Berita Terkait.

pram
Headline

Pemprov Jakarta Dukung Aturan Larangan Vape Anggota Polri

Senin, 2 November 2026 - 12:08
md
Headline

Mahfud MD Sebut Putusan MA soal Ijazah Gibran Berlaku Surut, Ini Alasannya

Minggu, 1 November 2026 - 19:29
ponpes
Headline

Following Pesantren Raid, Ombudsman Issues Five Demands to National Police

Minggu, 1 November 2026 - 17:27
pmbudsman
Headline

Usai Insiden di Pesantren, Ombudsman Sampaikan 5 Tuntutan kepada Polri

Minggu, 1 November 2026 - 17:17
Dasco
Headline

Dasco Serukan Semangat 1928, Pengamat Politik Minta Persatuan Dibuktikan Lewat Kerja Negara

Minggu, 1 November 2026 - 10:16
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Headline

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra Dorong Kementerian terkait Buka Suara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:03

OLAHRAGA

bca
Olahraga

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 04:14

INDOPOSCO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi membuka kompetisi lari dan investasi bertajuk Runvestasi 2026: Wealth Life Balance...

SelengkapnyaDetails
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1801 shares
    Share 720 Tweet 450
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5159 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.