• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bukan Tak Ingin Punya Rumah, Gen Z Lebih Mudah Akses Cicil Emas Ketimbang KPR

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:30
in Ekonomi
Perumahan Subsidi

Ilustrasi perumahan subsidi sebagai salah satu alternatif hunian terjangkau melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Foto: Dokumen BRI

Share on FacebookShare on Twitter

​INDOPOSCO.ID — Generasi Z (Gen Z) menunjukkan preferensi yang kian spesifik dalam memanfaatkan produk pembiayaan perbankan syariah. Di tengah tingginya minat anak muda terhadap produk pembiayaan emas, akses mereka terhadap Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) masih menghadapi tantangan yang cukup besar.

​Data BCA Syariah mencatat, Gen Z memiliki porsi sekitar 19 persen pada segmen pembiayaan emas. Sebaliknya, kontribusi kelompok usia produktif tersebut pada pembiayaan KPR konvensional maupun syariah baru mencapai angka 7,4 persen.

BacaJuga:

KemenP2MI Gagalkan Keberangkatan CPMI Ilegal yang Direkrut Jadi Tentara Bayaran

Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha 776 Wirausaha Terdampak Bencana di Aceh

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

​Pengamat ekonomi syariah, Sutan Emir Hidayat, menilai disparitas angka tersebut bukan berarti Gen Z lebih mengabaikan hunian. Menurutnya, persoalan utamanya terletak pada tingkat aksesibilitas, struktur kemampuan finansial, serta ketatnya persyaratan administratif pembiayaan properti.

​“Gen Z tidak sedang memilih emas ketimbang rumah, mereka sedang memilih produk yang pintu masuknya terbuka,” ujar Emir kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa pembiayaan emas jauh lebih inklusif karena dapat dimulai dari nominal kecil, menawarkan fleksibilitas tenor, serta didukung penuh oleh ekosistem layanan digital. ​Sebaliknya, pengajuan KPR menuntut komitmen keuangan jangka panjang antara 15 hingga 20 tahun. Calon debitur harus mempersiapkan berbagai persyaratan berat, mulai dari penyediaan uang muka, penilaian kelayakan pembiayaan, proses appraisal, kelengkapan dokumen penghasilan, hingga aspek legalitas yang kompleks.

​Selain faktor administratif, rekam jejak keuangan turut menjadi penentu krusial dalam penilaian kelayakan kredit perbankan. Penggunaan layanan pinjaman konsumtif jangka pendek atau pinjaman daring (pinjol) sering kali menjadi catatan tersendiri yang memengaruhi skor kredit anak muda.

​Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini menegaskan bahwa literasi pengelolaan utang sejak dini sangat menentukan peluang generasi muda dalam memiliki hunian.

Tantangan ini tecermin dari realisasi pasar perumahan nasional hingga akhir kuartal III 2026, di mana penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baru mencapai 160.070 unit atau 45,73 persen dari target 350 ribu unit.

​Di sisi lain, daya tarik emas sebagai instrumen investasi semakin menguat setelah mengalami lonjakan harga lebih dari 200 persen dalam satu dekade terakhir. Perkembangan ekosistem usaha bullion turut memperkokoh infrastruktur layanan emas, sehingga memberikan alternatif bagi anak muda untuk mulai membangun aset tanpa langsung terikat utang properti jangka panjang.

​Untuk menjembatani kesenjangan ini, perbankan syariah dinilai perlu merancang strategi pembiayaan berjenjang yang lebih adaptif. Program cicil emas dapat diintegrasikan sebagai langkah awal (entry point) yang terhubung langsung dengan perencanaan akumulasi dana uang muka rumah bagi nasabah muda.

​“Emas sebaiknya diposisikan sebagai entry point yang terhubung ke tujuan berikutnya, misalnya skema tabungan atau cicil emas yang secara eksplisit diarahkan sebagai akumulasi uang muka rumah, lengkap dengan simulasi target,” tutup Emir.(her)

Tags: Cicil EmasGen ZinvestasiKNEKSKPRPerbankan SyariahpropertiSutan Emir Hidayat

Berita Terkait.

udin
Ekonomi

KemenP2MI Gagalkan Keberangkatan CPMI Ilegal yang Direkrut Jadi Tentara Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:30
umkm
Ekonomi

Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan Usaha 776 Wirausaha Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:23
ferry
Ekonomi

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:02
Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Ekonomi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:56
minyak
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:15
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Pertamina Gandeng Sonatrach dan Pemerintah Algeria, Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:05

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1116 shares
    Share 446 Tweet 279
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.