• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pertamina dan Kemenkop Dorong Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Terbarukan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:56
in Ekonomi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dalam peluncuran program pengumpulan minyak jelantah berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di KDMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Foto: Dokumen Pertamina

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono dalam peluncuran program pengumpulan minyak jelantah berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di KDMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Foto: Dokumen Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah rumah tangga kini berpeluang menjadi sumber energi masa depan. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop) mulai mengembangkan pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) berbasis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Program percontohan atau piloting project tersebut resmi diluncurkan di KDKMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026). Inisiatif ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang usaha produktif bagi koperasi dan meningkatkan nilai ekonomi limbah rumah tangga.

BacaJuga:

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Pertamina Gandeng Sonatrach dan Pemerintah Algeria, Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi. Melalui kolaborasi ini, koperasi desa akan berperan sebagai pengumpul minyak jelantah dari masyarakat, sebelum disalurkan kepada Pertamina untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan baku energi terbarukan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan industri energi melalui rantai nilai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Dari dapur warga, kita bangun fondasi pasokan. Melalui koperasi, kita perkuat pengumpulan. Dan dengan kapabilitas Pertamina dari hulu hingga hilir, kita jadikan minyak jelantah bagian dari solusi energi berkelanjutan,” ujar Simon.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian Koperasi menjadi contoh bagaimana gotong royong masyarakat, kekuatan koperasi, inovasi perguruan tinggi, dan kemampuan industri nasional dapat disinergikan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung transisi energi.

Simon mengungkapkan, Pertamina telah mengembangkan teknologi pengolahan minyak jelantah menjadi SAF dan menjalani sejumlah tahapan pengujian penerbangan. Pengujian tersebut antara lain dilakukan menggunakan pesawat CN235, dilanjutkan dengan pengujian bersama maskapai Garuda Indonesia.

Pada 2025, Pertamina juga mencatatkan uji terbang perdana pada penerbangan komersial Pelita Air rute Jakarta-Denpasar menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan tersebut.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengatakan program ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan anggota koperasi sekaligus menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah berharap proyek percontohan di Banyumas dapat menjadi model nasional yang direplikasi oleh KDKMP di berbagai daerah. Dengan demikian, pengumpulan minyak jelantah dapat berkembang menjadi salah satu unit usaha produktif koperasi desa.

“Ini bisa menjadi model yang bisa digunakan di seluruh KDKMP di seluruh Indonesia. Minyak jelantah yang dikumpulkan selanjutnya dijual ke PT Pertamina Patra Niaga untuk diproses di kilang menjadi bahan bakar avtur yang akan dijual kepada sektor penerbangan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengekspor avtur yang berbahan baku dari minyak jelantah,” kata Ferry.

Ia menjelaskan, skema bisnis tersebut dirancang agar memberikan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya melalui margin usaha yang jelas. Selain nilai ekonominya, pengumpulan minyak jelantah juga penting untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak secara sembarangan.

Ferry mengingatkan, satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana mengajak masyarakat agar punya kesadaran terhadap lingkungan hidup. Minyak jelantah yang selama ini tidak pernah terpakai dan mereka buang, sekarang bisa dijual kepada kami melalui KDKMP dan selanjutnya dimanfaatkan dan diproses oleh PT Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.

Untuk memastikan ketersediaan bahan baku, pemerintah dan Pertamina akan membangun ekosistem pengumpulan yang melibatkan rumah tangga, warung makan, restoran, industri kecil, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Gerakan tersebut mengusung kampanye “Jelantah Jadi Berkah: Koperasi Menggerakkan Kesejahteraan Rakyat melalui Ekonomi Hijau”. Kehadiran KDKMP sebagai pengepul resmi diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang limbah rumah tangga menjadi sumber pendapatan sekaligus bahan baku energi.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah menjadi energi ramah lingkungan.

Menurutnya, Kilang Cilacap telah memiliki fasilitas yang terbukti mampu memproduksi SAF dengan menggunakan katalis hasil inovasi dalam negeri, yakni Katalis Merah Putih.

“Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang telah terbukti mampu memproduksi SAF, dengan menggunakan katalis hasil inovasi dalam negeri yaitu Katalis Merah Putih,” ungkap Mars Ega.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga juga berencana mengembangkan fasilitas pengolahan di sejumlah kilang lainnya, antara lain Balongan, Dumai, dan Plaju. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi faktor penting agar pengembangan SAF dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, PT Pertamina Patra Logistik bersama Kementerian Koperasi akan menjalankan uji coba pengumpulan minyak jelantah melalui empat koperasi di Kabupaten Banyumas. Keempatnya yakni KDKMP Dawuhan di Kecamatan Banyumas, KKMP Kober dan KKMP Karanglewas Lor di Kecamatan Purwokerto Barat, serta KKMP Karangwangkal di Kecamatan Purwokerto Utara.

Uji coba tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar empat bulan dengan target pengumpulan mencapai 500 ribu liter minyak jelantah.

Melalui penguatan pasokan minyak jelantah di sisi hulu, pengembangan pengolahan bahan bakar nabati (BBN) di sisi tengah, serta perluasan akses pasar di sisi hilir, Pertamina berupaya membangun rantai nilai energi berkelanjutan berbasis sumber daya domestik.

Dari Banyumas, program ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan model bisnis ekonomi hijau berbasis koperasi yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Indonesia.(srv)

Tags: energi berkelanjutanKDKMPkemenkopMinyak JelantahPertaminaPT Pertamina Patra Niaga

Berita Terkait.

ferry
Ekonomi

Dukung Kemandirian Energi Nasional, Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:02
minyak
Ekonomi

Rig Pertamina Drilling Sukses, Sumur BNG-084 Alirkan Minyak dan Gas Alami

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:15
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Pertamina Gandeng Sonatrach dan Pemerintah Algeria, Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:05
NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop
Ekonomi

NOBI Project dan JJ Glow Gelar LIVE Bootcamp Bandung, Perluas Ekosistem Affiliate TikTok Shop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:45
Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026
Ekonomi

Subholding Upstream Pertamina Raih 2 Penghargaan Energi Subroto 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:01
Mendorong Lompatan Bank Syariah: dari Payroll Pemerintah, Pembiayaan Emas hingga Mimpi Rumah Gen Z
Ekonomi

Mendorong Lompatan Bank Syariah: dari Payroll Pemerintah, Pembiayaan Emas hingga Mimpi Rumah Gen Z

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5152 shares
    Share 2061 Tweet 1288
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1265 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.