INDOPOSCO.ID – Kinerja pengeboran Rig PDSI #43.3/AB1500-E milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mengalirkan minyak dan gas alami. Sumur pengembangan BNG-084 di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan, mencatat produksi minyak sementara sebesar 475,2 barel per hari (BOPD), jauh di atas target awal 182 BOPD.
Tak hanya minyak, sumur yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut juga menghasilkan gas sebesar 10,6 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Menariknya, kedua hidrokarbon itu mengalir secara alami ke permukaan melalui mekanisme Natural Open Flow, tanpa memerlukan bantuan pompa.
Keberhasilan ini menjadi bukti kontribusi sinergi pengeboran dan pengujian produksi dalam mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari keandalan peralatan, kompetensi pekerja, serta kolaborasi seluruh tim di lapangan.
“Keberhasilan Rig PDSI #43.3/AB1500-E dalam mendukung pengeboran dan uji produksi sumur BNG-084 menunjukkan pentingnya keandalan rig, kompetensi personel, serta kolaborasi yang solid di lapangan. Kami berkomitmen memastikan setiap operasi berjalan aman, efisien, dan memberikan hasil optimal untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional,” ujar VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Sumur BNG-084 atau BNG-D18 mulai dibor pada 25 Agustus 2026 melalui program BNG Batch Drilling. Pengeboran menggunakan metode directional drilling atau pengeboran berarah hingga mencapai kedalaman akhir 2.556 mMD atau 2.522,93 meter true vertical depth (mTVD).
Dari sisi efisiensi, operasi pengeboran hingga pengujian produksi berhasil diselesaikan dalam 46 hari per 21 Oktober 2026. Realisasi tersebut dua hari lebih cepat dibandingkan jadwal program yang ditetapkan selama 48 hari.
Aspek keselamatan juga mencatat hasil positif. Selama rangkaian pekerjaan, operasi BNG-084 membukukan 67.284 jam kerja selamat (safe man-hours).
“Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence) dalam setiap tahapan pekerjaan,” tambahnya.
Hasil positif ini semakin menegaskan peran Pertamina Drilling dalam mendukung kegiatan hulu migas nasional melalui keandalan peralatan, kualitas sumber daya manusia, efisiensi operasional, dan penerapan standar keselamatan kerja. (her)


















