INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melanjutkan pendampingan pemulihan usaha pascabencana di Provinsi Aceh melalui Program Pemulihan UMKM Pascabencana. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan pembiayaan bagi wirausaha terdampak bencana.
Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi menyatakan Workshop Peningkatan Akses Pasar, Penguatan Kapasitas Produksi, dan Akses Pembiayaan merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam membantu para pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera untuk kembali produktif dan mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali pengusaha UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha, pemanfaatan AI dan teknologi untuk memperluas pemasaran, serta kesiapan mengakses berbagai sumber pembiayaan,” ujar Rahmadi saat membuka workshop di Kota Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026).
Selain meningkatkan keterampilan teknis dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), Kementerian UMKM memperkenalkan ekosistem digital SAPA UMKM sebagai pusat layanan terpadu yang memudahkan pengusaha UMKM mengakses berbagai kebutuhan usaha.
“Kami ingin memperluas pemanfaatan SAPA UMKM bagi seluruh pengusaha UMKM, khususnya di Aceh. Melalui satu aplikasi, berbagai kebutuhan usaha dapat terpenuhi, mulai dari akses informasi, pelatihan, pendampingan, hingga integrasi dengan mitra dan lembaga pembiayaan,” katanya.
Kegiatan ini diikuti 776 wirausaha dari enam kabupaten/kota di Regional IV Aceh, meliputi Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengapresiasi langkah Kementerian UMKM dalam memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen mendukung kelengkapan legalitas usaha, pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta penerapan teknologi digital guna mewujudkan kemandirian wirausaha pascabencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Reza Ferdian mengungkapkan bahwa hasil validasi mencatat 70.314 dari total 125.308 usulan pengusaha terdampak bencana di Aceh telah dinyatakan lolos validasi sebagai calon penerima Bantuan Presiden (Banpres).
“Pengusaha UMKM diimbau melengkapi persyaratan administrasi, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memanfaatkan dana bantuan secara produktif, seperti untuk pembelian bahan baku dan perbaikan sarana produksi,” tambah Reza. (her)


















