INDOPOSCO.ID – Bea Cukai memperluas literasi kepabeanan dan cukai di kalangan generasi muda melalui edukasi kampus, diskusi, hingga pengenalan praktik pengawasan barang. Sepanjang Oktober 2026, kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kegiatan edukasi kampus literasi kepabeanan ini dilaksanakan Bea Cukai Belawan, Bea Cukai Tanjung Emas, serta Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I. Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, prosedur ekspor-impor, hingga pengawasan lalu lintas barang.
Bea Cukai Belawan mengawali kegiatan edukasi kampus literasi kepabeanan melalui talkshow di Move Online Radio pada Selasa (6/10). Sehari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan program Campus Goes to Customs yang diikuti 57 mahasiswa Institut Bisnis Informasi Teknologi dan Bisnis (IT&B).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari prosedur ekspor-impor sekaligus melihat langsung aktivitas kepabeanan di Pelabuhan Belawan. Kunjungan ini diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai proses perdagangan internasional dan peran Bea Cukai dalam mendukung kelancaran arus barang.
Sementara itu, Bea Cukai Tanjung Emas menerima kunjungan 28 mahasiswa Universitas Maritim AMNI Semarang pada Kamis (15/10). Materi yang diberikan meliputi tugas dan fungsi Bea Cukai, mekanisme ekspor-impor, ketentuan barang bawaan dari luar negeri, serta kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
Edukasi serupa juga dilaksanakan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I dengan menerima sekitar 120 peserta dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada Kamis (15/10) dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang pada Selasa (27/10/2026).
Selain memperoleh penjelasan mengenai pengawasan kepabeanan dan cukai, para peserta berkesempatan mengenal dukungan teknis pengawasan melalui peragaan unit anjing pelacak atau K-9 serta pengenalan mini laboratorium Bea Cukai.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam mendekatkan institusinya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Edukasi kepabeanan dan cukai menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami tugas dan fungsi Bea Cukai secara lebih utuh. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada lingkungan sekitar sehingga kesadaran masyarakat terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai semakin meningkat,” ujar Netty.
Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai berharap mahasiswa tidak hanya memahami ketentuan kepabeanan dan cukai, tetapi juga mengenali peran institusi dalam memfasilitasi perdagangan, mengawasi lalu lintas barang, dan melindungi masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan terus memperluas akses informasi sekaligus membangun hubungan positif antara Bea Cukai dan masyarakat. Dengan demikian, literasi kepabeanan dan cukai dapat berkembang serta mendorong peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. (ipo)


















