INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah membersihkan sungai dan drainase memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan pada November 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan 2026/2027 mulai bertahap pada November-Desember 2026 dengan puncaknya pada Desember 2026-Februari 2027. Sekitar seperempat wilayah Indonesia (26,50 persen) diprediksi memasuki zona curah hujan rendah pada awal November 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan meminta pemerintah daerah untuk memetakan kawasan berpotensi bencana hidrometeorologi serta mempersiapkan sarana kesehatan dan rute evakuasi.
“Pemerintah daerah juga diminta memetakan wilayah rawan banjir dan longsor serta menyiapkan jalur evakuasi dan layanan kesehatan,” kata Berton secara daring, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, warga diminta mewaspadai ancaman anomali cuaca melalui aksi pembersihan aliran air di sekitar tempat tinggal dan pemahaman akses evakuasi darurat.
“Menghadapi potensi cuaca ekstrem, masyarakat diminta membersihkan saluran air sekitar rumah, mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga, dan waspada terhadap tanda-tanda tanah longsor seperti retakan tanah atau pohon miring,” ujar Berton.
Bencana hidrometeorologi basah berupa banjir masih melanda sejumlah daerah dengan dampak yang cukup signifikan. Di Kota Subulussalam, Aceh, sebanyak 2.345 orang terdampak dan 177 rumah terendam.
“Kondisi di lapangan dilaporkan air masih menggenangi permukiman dan belum surut selama kurang lebih 3 hari sejak 24 Oktober lalu,” tutur Berton.
Selain itu, banjir juga dilaporkan belum surut di wilayah Nagan Raya dan Aceh Tenggara. Di Sumatera Utara, banjir berdampak di tiga kabupaten. Di Kabupaten Labuhanbatu, sebanyak 2.600 orang terdampak dengan 520 rumah terendam.
Di Kabupaten Asahan, sebanyak 2.025 orang terdampak dan 405 rumah terendam. Sedangkan di Kabupaten Deli Serdang, sebanyak 730 orang terdampak. Adapun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, banjir mengakibatkan 175 orang terdampak.(dan)


















