INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan personel di darat, dukungan operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca (OMC).
Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah sekaligus mengurangi risiko meluasnya titik api.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa luas lahan terbakar di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat ini mencapai 359 hektare (ha), dengan rincian Sumatera Selatan (262 ha), Kalimantan Selatan (75 ha), Kalimantan Barat (12 ha), dan Kalimantan Tengah (10 ha).
Untuk menangani hal tersebut, Satgas Darat mengerahkan total 51.057 personel yang tersebar di empat provinsi prioritas, dengan konsentrasi terbanyak di Kalimantan Tengah (16.387 personel), disusul Kalimantan Barat (14.458 personel), Sumatera Selatan (12.285 personel), dan Kalimantan Selatan (7.927 personel).
“Personel ini dilengkapi berbagai peralatan mulai dari pompa jinjing, selang pemadam, nozzle, alat berat, hingga penggunaan drone,” kata Berton dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi udara, BNPB mengoperasikan 61 unit armada yang terdiri dari 24 unit Patroli/CASA/OMC dan 37 unit Helikopter Water Bombing. “Sebanyak 52 unit ditempatkan di enam provinsi prioritas dan sembilan unit disiagakan di luar provinsi prioritas,” ujar Berton.
Selain melakukan pemadaman di lokasi kebakaran, upaya pembasahan lahan juga dioptimalkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada Selasa (27/10/2026), OMC dilaksanakan di tiga provinsi dengan total 18 sortie penerbangan penyemaian, menyebarkan 22.400 kg NaCl dan tambahan 2.200 kg dry ice.
“Hasilnya, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berhasil turun di 7 wilayah Kalimantan Tengah, 12 wilayah Kalimantan Selatan, serta wilayah OKI, Banyuasin, dan Palembang di Sumatera Selatan,” tutur Berton.
Di luar wilayah prioritas, penanganan karhutla juga dilakukan di Papua dengan luas lahan terbakar mencapai 2.393 ha (Papua Barat Daya 2.131,4 ha; Papua Tengah 100,2 ha; Papua Selatan 161,5 ha). Terdapat 73 titik panas dalam 12 jam terakhir, dengan api yang masih terjadi di Kota Sorong dan Kabupaten Merauke. (dan)


















