INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak seluruh elemen bangsa menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke-98 ke dalam tanggung jawab di era modern, salah satunya melalui penguatan kedaulatan data dan ekosistem digital nasional.
Menurut Dasco, semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 1928 harus terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk transformasi digital, perlindungan data pribadi, dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Dengan semangat tersebut, ia menggaungkan ikrar baru sebagai bentuk tanggung jawab kebangsaan di era digital, yakni “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia”.
Pernyataan itu disampaikan Dasco yang juga menjabat Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) DPR RI dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Dalam rekaman video yang tersebar di kalangan wartawan, ia tampak didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Memasuki masa persidangan kedua, Dasco memaparkan empat agenda legislasi yang dinilai penting untuk memperkuat tata kelola negara, perlindungan masyarakat, dan penegakan hukum di tengah perkembangan teknologi.
Agenda tersebut meliputi Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber, RUU Masyarakat Adat, RUU Administrasi Kependudukan, serta RUU Perampasan Aset terkait tindak pidana korupsi dan kejahatan lainnya.
“(Agenda tersebut) meliputi RUU Keamanan dan Ketahanan Siber untuk memperkuat daya tahan infrastruktur digital dengan pembagian kewenangan yang jelas dan pengawasan yang menjamin privasi, kebebasan berekspresi, serta batas peran aparat di ruang sipil; RUU Masyarakat Adat guna memastikan pengakuan masyarakat, wilayah pengetahuan, dan hak kolektifnya tanpa menjadikan mereka sekadar objek pencatatan,” ujar Dasco.
Ia menjelaskan, RUU Administrasi Kependudukan diarahkan untuk menjamin identitas hukum dan akses layanan publik bagi setiap warga negara tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi.
Sementara itu, RUU Perampasan Aset diharapkan dapat menjadi instrumen bagi negara untuk menelusuri dan mengambil kembali hasil kejahatan secara efektif, dengan tetap menjunjung prinsip due process of law atau proses hukum yang semestinya.
Dasco menegaskan, keempat agenda legislasi tersebut harus saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Integrasi diperlukan agar kebijakan terkait kependudukan, masyarakat adat, keamanan siber, dan penelusuran aset dapat berjalan dalam kerangka tata kelola data yang terpadu.
Menurutnya, prinsip Satu Data Indonesia dapat menjadi landasan untuk mewujudkan data kependudukan yang akurat, pengakuan terhadap masyarakat adat yang menghormati hak kolektif, pertukaran informasi yang aman, serta penelusuran aset berdasarkan kewenangan hukum yang sah dan dapat diaudit.
Namun, ia mengingatkan bahwa integrasi data bukan berarti membuka seluruh informasi kepada semua pihak. Pengelolaan dan akses data harus tetap memperhatikan tujuan penggunaan, kewenangan, keamanan, serta hak warga negara.
“Integrasi (data) bukan (berarti) izin membuka seluruh data kepada semua pihak; akses harus dibatasi menurut tujuan, kewenangan, keamanan, dan hak warga negara,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dasco juga menyinggung kinerja DPR RI bersama pemerintah pada masa persidangan pertama Tahun Sidang 2026–2027. Ia menyampaikan bahwa kedua lembaga telah menyetujui rancangan undang-undang mengenai pengaturan reforma agraria, perlindungan ketenagakerjaan, dan Satu Data Indonesia.
Menurutnya, berbagai agenda tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara melalui kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menutup pernyataannya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Dasco mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan, mempertahankan sikap kritis, serta memperkuat komitmen terhadap konstitusi dan masa depan Indonesia.
Ia menegaskan, pemuda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus menghadapi tantangan baru di era digital.
“Pemuda adalah denyut nadi Indonesia dan menjaga persatuan adalah sumpah abadi kita bersama untuk Indonesia tetap abadi dan jaya: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Data Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Hidup pemuda Indonesia! Hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia!” pungkas Dasco. (dil)


















