INDOPOSCO.ID – Di balik perjuangan Timnas Indonesia mengejar mimpi ke Piala Dunia 2026, tersimpan cerita tentang pengorbanan, tekanan, dan dukungan keluarga yang tak selalu terlihat di lapangan. Kisah-kisah itulah yang diangkat dalam film dokumenter The Longest Wait, yang menggelar gala premiere di Grand Indonesia, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026) malam.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghadiri pemutaran perdana tersebut bersama empat pemain Timnas Indonesia, yakni Shayne Pattynama, Egy Maulana Vikri, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.
Dokumenter ini membawa penonton lebih dekat dengan kehidupan para pemain di balik seragam Merah Putih. Mulai dari kebersamaan di ruang ganti, ketegangan menjelang pertandingan, hingga momen-momen jenaka yang mempererat ikatan antarpemain.
Erick mengapresiasi kehadiran film tersebut karena membuka sisi lain perjuangan skuad Garuda, termasuk tekanan mental dan pengorbanan keluarga yang jarang diketahui publik.
“Film ini bukan semata-mata pesan dari PSSI, melainkan pesan dari para pemain. Bagaimana mereka juga manusia biasa yang membutuhkan dukungan. Mereka memiliki tujuan yang sama dan pengorbanan yang berbeda-beda,” ujar Erick kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia menegaskan, siapa pun latar belakang dan tempat kelahiran pemain, semuanya memiliki identitas yang sama ketika mengenakan seragam Timnas Indonesia. “Saya ingin menyampaikan bahwa para pemain yang lahir di mana pun memiliki identitas yang sama, yaitu sebagai pemain Indonesia,” tegasnya.
Menurut Erick, kesamaan tujuan itulah yang menyatukan para pemain dengan latar belakang dan bentuk pengorbanan berbeda. Membela negara bukan perkara mudah, tetapi mereka menjalaninya dengan kebanggaan.
“Komitmen seperti ini tidak mudah dijalankan. Namun, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh dan merasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.
Melalui film ini, Erick mengaku mendapatkan gambaran lebih mendalam mengenai perjalanan para pemain hingga berhasil mengenakan seragam Garuda. Dua kisah yang menarik perhatiannya adalah perjuangan keluarga Beckham Putra dan keteguhan keluarga Yakob Sayuri ketika sang pemain mendapat hujatan setelah Timnas Indonesia kalah pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Ya, kita bisa lihat bagaimana pengorbanan Yakob, ya, dengan tekanannya setelah membuat kesalahan. Istrinya teguh juga, ternyata luar biasa,” tutur Erick.
“Saya juga tidak menyangka bagaimana proses Beckham menjadi pemain tim nasional, pengorbanan daripada orang tuanya luar biasa,” sambungnya.
Perhatian Erick juga tertuju kepada para pemain diaspora yang harus menempuh perjalanan jauh dari luar negeri demi memperkuat Timnas Indonesia. Ia mengapresiasi perjuangan mereka di tengah keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas bersama klub.
“Belum lagi pengorbanan para pemain kita yang bermain di luar negeri, seperti Jay, seperti Kevin, Verdonk, semua yang harus berjibaku dengan keterbatasan waktu,” terangnya.
“Mereka main, pergi, pulang, ya, latihan, main lagi, dan ini sebuah komitmen yang tidak mudah. Tetapi mereka bisa menjalankan secara sungguh-sungguh dan mereka merasa bangga menjadi bagian dari bangsa kita,” lanjutnya.
Peluncuran The Longest Wait bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Erick menilai momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para pemain bukan hanya tentang sepak bola, melainkan juga persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
“Ini bentuk apresiasi atas keteguhan dan pengorbanan para pemain yang mau menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia. Apalagi diluncurkan di hari Sumpah Pemuda,” ucap Erick.
“Tentu ada kisah sedih dan kisah bahagia. Inilah bagaimana kita sebagai bangsa menghadapi kepahitan maupun kebahagiaan bersama-sama, serta terus memberikan kontribusi terbaik untuk negara ini,” tambahnya.
Film The Longest Wait mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis (29/10/2026). Dokumenter ini mengajak masyarakat menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia dari sudut pandang yang lebih personal, tentang mimpi besar, pengorbanan, dan kebanggaan membela Merah Putih. (her)


















