INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Langkah tersebut, menurutnya, dinilai penting agar inovasi riset dari perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu melahirkan produk, teknologi, hingga industri baru yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dikatakan Brian, sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri harus diperkuat agar hasil riset dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di dunia usaha sekaligus mendukung kemandirian industri dalam negeri.
“Kami mendorong di kampus-kampus, penelitian dan riset tidak hanya berhenti sampai publikasi, tetapi lebih lanjut bagaimana kita bisa menghasilkan proyek-proyek dan karya-karya yang sinergis dengan industri,” tegas Brian dalam keterangan, Selasa (27/10/2026).
Dia menilai, kebutuhan industri harus menjadi salah satu pijakan dalam menentukan arah penelitian dan pengembangan keahlian di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil riset dapat dimanfaatkan secara konkret untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri.
Brian mencontohkan, kebutuhan energi nasional dapat menjadi peluang untuk mengembangkan industri domestik. Program B50 dan E50, misalnya, membuka ruang bagi pengembangan kapasitas produksi dalam negeri apabila didukung riset, teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan nasional melalui produksi domestik berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mendorong tumbuhnya industri baru. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran strategis dalam menyiapkan teknologi dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk mendukung proses tersebut.
“Ini tugas besar para teknokrat kampus untuk bekerja keras, memastikan kesiapan perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan industri melalui pengembangan sumber daya manusia dan riset yang relevan,” ujarnya.
Selain sektor energi, Brian menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang perlu dioptimalkan melalui pengembangan teknologi pengolahan. Kekayaan sumber daya alam, menurutnya, harus diiringi kemampuan industri dalam menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Dalam konteks tersebut, dikatakan dia perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi mitra strategis industri melalui penelitian terapan, pengembangan inovasi, serta penyediaan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar. (nas)

















