INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, capaian dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi fondasi untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Berbagai program terus diperkuat, mulai dari revitalisasi dan pembangunan sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, hingga perluasan bantuan pendidikan bagi murid.
“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan data hingga 20 Oktober 2026, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025–2026. Program tersebut ditujukan untuk menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan berkualitas.
Pada 2025, revitalisasi dan pembangunan sekolah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target 10.440 satuan pendidikan. Tingkat penyelesaian pembangunan mencapai 99,96 persen.
Sementara itu, hingga 20 Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 sekolah atau mencapai 123,75 persen.
“Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah,” ungkap Mu’ti.
“Program ini juga melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja,” imbuhnya.
Dikatakan dia, pemulihan sarana pendidikan pascabencana turut menjadi perhatian pemerintah. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran telah direvitalisasi atau mencapai 98,62 persen. Adapun penanganan bencana lainnya telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau 99,73 persen.
Pemerintah, menurutnya, mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di tiga provinsi tersebut. Digitalisasi hingga Penguatan Sekolah Terintegrasi.
Selain pembenahan infrastruktur, masih ujar Mu’ti, Kemendikdasmen mempercepat digitalisasi pembelajaran. Sepanjang 2025, sebanyak 288.865 sekolah menerima perangkat papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukung berupa laptop dan diska keras.
“Pada 2026, distribusi PID tercatat mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Pemerintah juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah dan internet bagi 8.152 sekolah,” bebernya. (nas)

















