INDOPOSCO.ID – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amin, mendorong pemerintah memberikan penghargaan, bonus, dan pembinaan berkelanjutan kepada atlet paralimpik Indonesia yang menorehkan prestasi di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Menurut Ubaidillah, keberhasilan kontingen Indonesia meraih 73 medali dan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir menjadi bukti kemampuan atlet penyandang disabilitas bersaing di tingkat internasional. Capaian tersebut sekaligus melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan perolehan tujuh medali emas.
Berdasarkan hasil akhir kompetisi, Indonesia mengoleksi 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Prestasi tersebut dinilai patut mendapat apresiasi nyata dari pemerintah, tidak hanya melalui pujian, tetapi juga dukungan yang dapat menunjang keberlanjutan karier para atlet.
“Para atlet ini adalah pahlawan Indonesia yang telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa di ajang Asian Para Games. Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan atas kerja keras, pengorbanan, dan prestasi yang telah mereka raih,” kata Ubaidillah dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Ia menegaskan, perhatian terhadap atlet paralimpik perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan. Selain pemberian bonus atas prestasi yang diraih, pemerintah perlu memperkuat fasilitas olahraga, akses pelatihan, serta program pembinaan agar atlet dapat terus mengembangkan kemampuan dan bersaing pada kompetisi internasional berikutnya.
“Selama mereka masih berjuang membela Indonesia, para atlet membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk terus berkembang serta meraih prestasi berikutnya,” tambahnya.
Ubaidillah juga menyoroti pentingnya kesetaraan kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Menurut dia, pembinaan yang terencana dan berkesinambungan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga konsistensi prestasi olahraga paralimpik Indonesia di masa mendatang.
Selain menyampaikan apresiasi kepada para atlet, Ubaidillah turut memberikan penghargaan kepada Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, atas perannya dalam mendampingi kontingen selama Asian Para Games 2026.
Ia berharap capaian 73 medali tersebut menjadi momentum bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk meningkatkan perhatian terhadap atlet paralimpik. Dukungan yang memadai diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk berprestasi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di ajang internasional.
“Prestasi ini harus menjadi momentum untuk makin menghargai perjuangan atlet paralimpik Indonesia. Mereka telah membuktikan kemampuan dan memberikan kebanggaan bagi bangsa. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan perhatian, penghargaan, dan dukungan yang layak agar dapat terus mengharumkan nama Indonesia,” tutup Ubaidillah. (rmn)
















