INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin mengusulkan agar pemerintah melakukan penghentian sementara pemberangkatan warga Indonesia yang menunaikan ibadah umrah. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko keamanan menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi.
“Kami berharap ya kalau situasinya semakin genting, Kemenlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umroh begitu,” kata Nurul Arifin di Jakarta dikutip Selasa (27/10/2026).
Paling penting usulan penghentian sementara itu harus dikaji secara matang, mengingat hal tersebut berkaitan persiapan jemaah yang sudah menunggu pemberkasan, kesiapan pihak travel, serta logistik perjalanan yang telah dipersiapkan.
“Iya, kalau ini harus dilakukan moratorium ya karena ini kan terkait dengan persoalan waktu kemudian jemaah yang sudah menunggu lama, kemudian juga soal travel begitu ya dan perjalanan yang sudah sudah siap,” ujar Nurul Arifin.
Namun, hal itu tetap harus disesuaikan dengan kesiapan pemerintah untuk menjalankannya. “Jadi, kita juga harus berpikir juga apakah Kemenlu dalam hal ini siap untuk melakukan moratorium atau tidak,” ucap politikus Golkar itu.
Selian itu, ia mengusulkan jemaah umrah Indonesia menggunakan penerbangan langsung dan menghindari transit karena lebih aman di tengah dinamika situasi keamanan dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Kalau tidak antisipasinya seperti apa begitu apakah penerbangannya bisa langsung ke tempat tujuan misalnya ke Jeddah, kemudian ke Makkah ataupun langsung ke Madinah begitu jadi tidak usah transitnya terlalu banyak di mana-mana tapi fokus saja gitu,” ujar Nurul Arifin.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi. Selain untuk menjaga keamanan perjalanan, pilihan tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui optimalisasi penggunaan maskapai Indonesia.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” tutur Dahnil Anzar terpisah dalam laman resmi Kemenhaj, Senin (26/10/2026). (dan)

















