INDOPOSCO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengusulkan pemanfaatan sekolah pertambangan serta minyak dan gas untuk menyiapkan calon pekerja migran ke kawasan Karibia.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama Duta Besar RI untuk Republik Suriname merangkap Republik Kooperatif Guyana dan Caribbean Community (CARICOM) Agus Priono di Kantor Kementerian P2MI, Pancoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Lulusan pendidikan vokasi tentu berpotensi dan diarahkan untuk mengikuti pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, dan proses penyiapan penempatan melalui Migrant Center,” kata Mukhtarudin di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pendekatan itu sejalan dengan upaya Kementerian P2MI untuk memperkuat ekosistem penyiapan Pekerja Migran dari hulu ke hilir, mulai identifikasi kebutuhan pasar kerja, peningkatan keterampilan, sertifikasi, hingga penempatan dan pelindungan.
Kementerian P2MI memanfaatkan Migrant Center di berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan untuk memperkuat ekosistem penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, bersertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja global.
Berdasarkan data Kementerian P2MI, sepanjang Januari hingga 19 Oktober 2026, pemerintah telah memfasilitasi 297.450 layanan penempatan secara nasional. Penempatan tersebut didominasi oleh Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
“Kami juga perlu memperbarui data dan informasi mengenai keberadaan Pekerja Migran di Suriname dan Guyana, sekaligus memetakan kebutuhan tenaga kerja di kedua negara,” ujar Mukhtarudin.
“Dengan demikian, peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan melalui penyiapan SDM yang kompeten, didukung pelatihan dan sertifikasi, serta tetap mengedepankan aspek pelindungan pekerja migran kita,” tambahnya.
Penjajakan pasar kerja di Suriname dan Guyana menjadi bagian dari upaya memperluas akses penempatan ke negara tujuan baru, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus.
Perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan tenaga kerja pada sektor minyak dan gas, konstruksi, pemeliharaan peralatan, logistik, serta berbagai jasa pendukung.(dan)

















