INDOPOSCO.ID – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menggelar International Women Business & Investment Forum (IWBIF) 2026 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Forum ini menjadi langkah strategis IWAPI untuk memperluas jejaring internasional, membuka peluang investasi, serta mendorong pengusaha perempuan Indonesia menembus pasar global.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Forum ini juga diikuti delegasi dari sejumlah negara, antara lain China, Malaysia, Rusia, dan Indonesia.
IWBIF 2026 dirancang sebagai wadah pertemuan pengusaha perempuan lintas negara untuk memperkuat kolaborasi bisnis, memperluas akses pembiayaan, serta membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi. Rangkaian kegiatan meliputi konferensi, diskusi bisnis, business matching bagi delegasi dan pelaku UMKM perempuan, jejaring bisnis, jamuan makan malam, serta pameran produk.
Sebanyak 45 stan turut meramaikan kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam produk dan potensi usaha. Kehadiran stan pameran diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, mitra bisnis, maupun investor dari berbagai negara.
Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi mengatakan, penyelenggaraan IWBIF 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi pengusaha perempuan Indonesia dalam jaringan bisnis internasional. Melalui forum ini, IWAPI ingin membuka akses yang lebih luas bagi anggotanya untuk menjalin kemitraan, memperkenalkan produk unggulan, dan mengembangkan usaha hingga ke pasar global.
“Melalui International Women Business & Investment Forum 2026, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk membangun jejaring internasional, menjalin kemitraan bisnis, serta memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia ke pasar global. Kami berharap forum ini menjadi jembatan bagi UMKM perempuan untuk berkembang dan naik kelas, sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Nita.
IWAPI telah berdiri selama sekitar 51 tahun dan memiliki lebih dari 40.000 anggota yang tersebar di 38 provinsi serta 389 kabupaten dan kota. Sekitar 98 persen anggotanya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Besarnya jaringan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi pengusaha perempuan terhadap perekonomian nasional.
Selain memperluas jaringan bisnis, IWAPI juga aktif membangun hubungan dengan organisasi pengusaha perempuan di tingkat internasional. IWAPI menjadi focal point dalam jaringan pengusaha perempuan Asia serta bagian dari BRICS Women’s Business Alliance (BRICS WBA), yang dipimpin Anna Nesterova dari Rusia.
Keterlibatan dalam jaringan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk bertukar pengalaman, mengembangkan kemitraan, dan menjajaki pasar di negara-negara mitra.
Sebelum forum utama berlangsung, para delegasi telah mengikuti sejumlah agenda kunjungan. Mereka menghadiri pemaparan mengenai peluang investasi di Indonesia yang melibatkan Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Perdagangan, kemudian mengunjungi pameran Trade Expo Indonesia (TEI). Dalam kunjungan tersebut, para delegasi berkesempatan melihat langsung produk-produk Indonesia dan menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
Para delegasi juga mengunjungi kawasan PIK 2 dan Dreamville sebagai bagian dari pengenalan potensi kawasan serta promosi Indonesia kepada mitra internasional.
Peluang kerja sama yang dijajaki mencakup berbagai komoditas dan produk unggulan, seperti ubi jalar, cengkeh, dan kopi. Pasar Rusia, misalnya, dinilai memiliki peluang untuk pengembangan perdagangan kopi Indonesia. Selain itu, terdapat pula penjajakan kerja sama produk pangan organik dengan mitra dari Spanyol.
Sejumlah anggota IWAPI juga telah menunjukkan potensi untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Dua di antaranya, Sago Lesius dan Arsilia, disebut mendapat pengakuan sebagai bagian dari 1.000 peserta UMKM unggulan.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya kolaborasi dan jejaring dalam memperkuat perdagangan serta investasi. Menurutnya, kerja sama antarpelaku usaha dan lintas negara dapat membantu mempercepat pertumbuhan industri, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong UMKM meningkatkan skala bisnis dan daya saing.
“Kolaborasi dan jejaring menjadi kunci untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan pertumbuhan industri. Pengusaha perempuan, termasuk pelaku UMKM, memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam perekonomian global. Karena itu, kita perlu terus membangun kerja sama, meningkatkan daya saing, dan membuka lebih banyak kesempatan agar UMKM Indonesia dapat berkembang serta menembus pasar internasional,” ujar Anindya.
Kolaborasi juga dinilai perlu dibangun dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk saling mendukung. Dengan demikian, pengusaha perempuan tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok dan perekonomian global.
IWAPI berharap IWBIF dapat menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pengusaha perempuan dari berbagai negara. Pelaksanaan forum berikutnya direncanakan bergilir di negara-negara mitra, termasuk China, Malaysia, dan Rusia.
Melalui IWBIF 2026, IWAPI ingin memastikan pengusaha perempuan Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun kemitraan internasional, memperoleh akses investasi, serta membawa produk lokal ke pasar dunia. Forum ini sekaligus mempertegas komitmen IWAPI dalam mendorong UMKM perempuan naik kelas dan mewujudkan semangat Go Global.(ibs)

















