INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan biang kerok yang menyebabkan antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia menyinggung praktik penimbunan BBM oleh pihak tak bertanggung jawab untuk dijual kembali ke masyarakat.
“Jadi begini, kita kan tahu juga teman-teman, bahwa di beberapa tempat stok BBM-nya ada tapi kan antreannya panjang. Itu ada saudara-saudara kita yang memang, ya mohon maaf, perilakunya enggak berubah,” kata Bahlil di Jakarta dikutip Sabtu (17/10/2026).
Sebagian penimbun menggunakan kendaraan roda empat untuk membeli BBM bersubsidi sebelum akhirnya dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Yang ngantre mobil Pajero atau ngantri mobil yang diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi baru dijual,” ujar Bahlil.
Oleh karena itu, ia meminta pihak Kepolisian RI menindak tegas oknum yang menampung dan menjual kembali solar subsidi dengan harga industri, karena tindakan tersebut menyalahgunakan anggaran subsidi dari negara.
“Ya, saya minta tolong sama Pak Kapolri (Jenderal Suyudi Ario Seto), ‘Pak, kalau begini ditindak aja, diproses hukum’,” tegasnya.
“Masak minyak BBM solar subsidi ditampung, kemudian dijual lagi dengan harga industri, itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara, itu kira-kira,” tambah Bahlil.
Antrean panjang BBM yang disorot terjadi di Bali pada 11-12 Oktober 2026 akibat kelangkaan stok Pertalite dan Pertamax, dan hingga 16 Oktober 2026 kondisi di lapangan mulai berangsur terurai meskipun belum pulih sepenuhnya.(dan)

















