INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) berupa penyemaian dry ice untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra Selatan.
Dry ice atau es kering merupakan bentuk padat dari karbon dioksida (CO₂) yang sangat dingin dengan suhu sekitar -78,5°C pada tekanan atmosfer normal. Salah satu kegunaannya ialah pengurai kabut asap.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, metode penyemaian dry ice merupakan metode modifikasi atmosfer yang ditujukan untuk mengurangi konsentrasi asap/polusi.
“Pada kondisi karhutla, asap yang pekat dapat terperangkap di lapisan atmosfer akibat adanya lapisan inversi,” kata Berton dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Dalam kondisi normal, suhu udara cenderung semakin rendah di lapisan atmosfer yang semakin tinggi. Namun pada lapisan inversi, kondisi tersebut berubah sehingga atmosfer menjadi relatif stabil dan asap sulit bergerak naik.
“Metode ini ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer sehingga asap karhutla yang terperangkap akibat lapisan inversi dapat bergerak naik dan menyebar, sehingga konsentrasinya berkurang dan visibility meningkat,” ucap Berton.
Berbeda dengan material Natrium Klorida (NaCl) yang sering digunakan pada OMC hujan berwujud serbuk halus, material dry ice berbentuk seperti powder atau butiran berukuran sekitar tiga milimeter, yang memiliki titik dingin sekitar -75 derajat celcius.
Untuk mendukung operasi, BNPB mengerahkan satu armada Cesna Caravan dengan registrasi PK-SNP. Pada pelaksanaan awal, dua sorti penerbangan telah dilakukan dengan penyemaian pada ketinggian sekitar 4.500 feet. Masing-masing sortie membawa bahan semai seberat 800 kilogram. Pesawat diterbangkan dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung.
“Penyemaian difokuskan di wilayah sekitaran ring satu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengurai mobilitas penerbangan di wilayah Sumatra Selatan,” ujar Berton.
Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau dikisaran 650 meter menjadi 2.800 meter. Uji coba OMC dry ice akan dilaksanakan hingga 18 Oktober 2026. (dan)

















