• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hari Pangan Sedunia 2026, FKBI Desak Pemerintah Evaluasi Tujuh Masalah Krusial Pangan Nasional

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:03
in Nasional
pangan

Ilustrasi penanganan sisa bahan makanan (food waste). FKBI mendesak evaluasi kebijakan pangan nasional di momentum Hari Pangan Sedunia 2026 agar lebih menjamin keterjangkauan, keamanan, dan diversifikasi gizi masyarakat/ Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Pangan Sedunia setiap 16 Oktober dinilai harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pangan nasional, bukannya sekadar perayaan seremonial. Dalam pesan resminya, Sekjen PBB Antonio Guterres menyoroti masih besarnya jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan dan kesulitan mengonsumsi makanan bergizi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menegaskan pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada klaim angka produksi dan stok. Menurutnya, negara wajib menjamin ketersediaan pangan yang aman, beragam, bergizi, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

BacaJuga:

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

Atasi Asap Karhutla Sumsel, BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice

Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Bilang Begini

“Pangan adalah hak asasi warga negara. Ketersediaan, keberagaman, keterjangkauan, keamanan, dan kualitas pangan merupakan unsur penting yang harus dijamin oleh negara melalui kebijakan yang berpihak pada konsumen dan petani,” ujar Tulus Abadi saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Mantan Ketua YLKI tersebut membeberkan tujuh persoalan mendasar pangan nasional, dimulai dari ketahanan dan kedaulatan pangan. Meski pemerintah mengklaim swasembada beras pada 2026 dengan produksi 34,7 juta ton dan stok 16 juta ton, Tulus mengingatkan agar kedaulatan pangan tidak bergantung tunggal pada beras agar terhindar dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem maupun hama.

Persoalan kedua adalah tingginya harga pangan di tengah melimpahnya stok beras, di mana lonjakan harga komoditas dan lauk-pauk diduga terpengaruh peningkatan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). FKBI mendorong transparansi data pasar guna memastikan kestabilan harga serta memastikan petani turut menikmati keuntungannya.

Masalah ketiga menyoroti jaminan keamanan pangan seiring maraknya kasus keracunan makanan yang sempat berdampak pada puluhan ribu siswa dan guru. Tulus mendesak penerbitan standar pengawasan ketat dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian agar program gizi tidak berbalik menjadi risiko kesehatan.

Selain itu, FKBI menyoroti persoalan keempat yaitu minimnya pengembangan pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar, dan jagung yang masih menjadi pilihan kedua. Diversifikasi pangan lokal dinilai sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian produsen serta petani daerah.

Isu kelima berkaitan dengan pemborosan makanan (food waste) yang menyumbang hingga 40,79 persen dari total sampah nasional. Tulus menilai kondisi ini sangat ironis di tengah kesulitan gizi warga, sehingga perencanaan program pangan berskala besar harus mengevaluasi porsi, mutu, dan penanganan sisa makanan secara cermat.

Persoalan keenam dan ketujuh mencakup pola konsumsi rumah tangga menengah ke bawah—di mana alokasi belanja rokok (10–11 persen) masih menggeser porsi lauk-pauk bergizi (3,5 persen)—serta tingginya ketergantungan impor gandum dan kedelai yang membuat pasokan domestik rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Tulus menyimpulkan, pembenahan sistem distribusi, pengawasan keamanan, serta penguatan riset bahan alternatif harus segera masuk dalam agenda prioritas nasional. “Hari Pangan Sedunia 2026 semestinya menjadi momentum untuk membumikan hak atas pangan melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan,” pungkasnya. (her)

Tags: Diversifikasi GiziFKBIHari PanganPangan Nasional

Berita Terkait.

menpar
Nasional

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23
asap
Nasional

Atasi Asap Karhutla Sumsel, BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:22
hutla
Nasional

Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Bilang Begini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21
iski
Nasional

Ilmu Komunikasi Harus Perkuat Etika dan Kepercayaan Publik di Era AI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:38
fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Tekankan Integritas Calon Pemimpin Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:22
bpgmn
Nasional

Kalimantan Membara, BPGMN Targetkan Penurunan Karhutla Secara Bertahap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:30

OLAHRAGA

super
Olahraga

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01

INDOPOSCO.ID - Persaingan Super League 2026/2027 memasuki babak yang semakin menarik. Persija Jakarta berambisi mempertahankan posisi teratas, sementara Persib Bandung...

SelengkapnyaDetails
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    995 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.