INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk melalui penguatan kompetensi dan dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas dan PNFI), Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto menegaskan pentingnya perhatian terhadap guru PAUD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas layanan PAUD dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari penguatan kompetensi guru, pengembangan metode pembelajaran yang menyenangkan (fun learning), hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
“Guru PAUD memiliki peran strategis dalam membangun fondasi pengetahuan, karakter, dan kemampuan sosial anak,” ujar Gogot usai penutupan 2026 Learning Forum di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Karena itu, lanjut Gogot, peningkatan kapasitas tenaga pendidik perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas belajar yang layak dan dukungan pembiayaan pendidikan. Dari sisi pembiayaan, menurutnya, dukungan terhadap penyelenggaraan PAUD dilakukan melalui berbagai skema, termasuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.
“Dukungan ini diharapkan dapat membantu satuan pendidikan menjalankan kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, dikatakan Gogot, peningkatan kualifikasi akademik guru juga menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas pendidikan. Guru PAUD yang belum memiliki gelar sarjana (S1) perlu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi profesionalnya.
“Salah satu mekanisme yang dapat dimanfaatkan adalah rekognisi pembelajaran lampau (RPL),” ucapnya.
Ia menerangkan, skema ini memungkinkan pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya diakui sesuai ketentuan perguruan tinggi, sehingga dapat mendukung proses penyelesaian pendidikan formal.
“Kami juga mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui revitalisasi serta pembangunan fasilitas belajar. Upaya ini diharapkan memperluas akses anak terhadap layanan PAUD yang aman, layak, dan berkualitas,” terangnya.
Ia menuturkan, penguatan pendidikan anak usia dini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang memadai.
“Melalui peningkatan kompetensi guru, dukungan pembiayaan, dan pemerataan fasilitas pendidikan, penguatan PAUD diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Diketahui, Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) menggelar 2026 Learning Forum di Jakarta pada 20–22 Oktober 2026. Forum regional ini berfokus pada dua isu mendesak yang memengaruhi perkembangan anak usia dini, yakni dampak perubahan iklim dan keterbatasan pendanaan publik untuk Early Childhood Development (ECD) atau pengembangan anak usia dini.
Mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific”, forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata dalam pengembangan anak usia dini.
Kawasan Asia-Pasifik merupakan salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Sejumlah negara di kawasan ini secara konsisten menempati peringkat tinggi dalam Climate Risk Index. Meski anak usia dini berkontribusi paling sedikit terhadap perubahan iklim, mereka justru menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Forum ini membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital dalam pengembangan anak usia dini. Para peserta bertukar gagasan dan merumuskan langkah bersama untuk memperkuat pengetahuan regional mengenai peluang serta risiko penggunaan teknologi dan AI bagi anak.
2026 Learning Forum diselenggarakan oleh ARNEC bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Tanoto Foundation, SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). (nas)

















