INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong pemulihan usaha para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara melalui program pendampingan terpadu. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta pemberian kemudahan dalam memperoleh pembiayaan agar para pengusaha dapat kembali mengembangkan usahanya.
Melalui Deputi Bidang Kewirausahaan, program pemulihan tersebut telah menjangkau 638 pelaku UMKM di Sumatera Barat dan 270 pengusaha UMKM di Sumatera Utara. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membantu pengusaha mikro bangkit dari dampak bencana sekaligus memperkuat kembali perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana harus diarahkan lebih dari sekadar mengembalikan kegiatan usaha seperti semula. Para pengusaha UMKM juga perlu dibekali kemampuan untuk meningkatkan daya saing, beradaptasi terhadap berbagai tantangan, dan menangkap peluang pasar baru sehingga usaha mereka menjadi lebih tangguh dan mampu berkembang di masa mendatang.
“Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan,” ujar Riza dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Menurut Riza, pendekatan tersebut diperlukan agar pengusaha UMKM tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
Oleh karena itu, Kementerian UMKM turut mengoptimalkan ekosistem kewirausahaan daerah, termasuk pemanfaatan sarana pendukung dan layanan digital yang memudahkan pengusaha memperoleh informasi serta pendampingan usaha.
“Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha,” katanya.
Di Sumatera Barat, program pemulihan dilaksanakan di Bukittinggi, Kamis (15/10/2026), dengan melibatkan 638 pengusaha UMKM melalui tiga pilar utama, yakni Kemudahan Akses Pembiayaan Wirausaha bagi 219 UMKM, Peningkatan Kapasitas Wirausaha bagi 255 UMKM, serta Peningkatan Akses Pasar Wirausaha bagi 164 UMKM. Pengusaha UMKM tersebut datang dari beragam lokasi seperti Kabupaten Agam 304 UMKM, Kabupaten Pasaman 124 UMKM, Kabupaten Pasaman Barat 123 UMKM, dan Kabupaten Lima Puluh Kota 87 UMKM.
Melalui ketiga pilar tersebut, peserta memperoleh pelatihan pola pikir kewirausahaan, peningkatan ketangguhan usaha, penguatan kemampuan adaptasi dan digitalisasi, hingga strategi optimalisasi transaksi melalui Katalog Elektronik serta fasilitasi inkubasi bisnis.
Pendampingan ini dirancang untuk membantu pengusaha UMKM menata kembali kegiatan produksi, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, dan menjangkau pasar yang lebih luas setelah menghadapi gangguan akibat bencana.
Sementara itu, program pemulihan di Sumatera Utara pada Jumat (16/10) melibatkan 270 pengusaha UMKM terdampak bencana yang berasal dari tiga daerah, yakni 86 UMKM dari Kota Padangsidimpuan, 84 UMKM dari Kabupaten Mandailing Natal, dan 100 UMKM dari Kabupaten Tapanuli Selatan.
Partisipasi pengusaha UMKM dari ketiga daerah tersebut mencerminkan semangat masyarakat untuk kembali menjalankan kegiatan ekonomi sekaligus memanfaatkan kesempatan pendampingan guna membangun usaha yang lebih tangguh.
Melalui pelaksanaan program di kedua provinsi, Kementerian UMKM berupaya memastikan proses pemulihan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas produksi, perluasan jaringan pemasaran, serta kesiapan pengusaha UMKM mengakses pembiayaan formal.
Dengan pendekatan tersebut, pengusaha UMKM terdampak bencana diharapkan dapat kembali menjalankan usaha secara produktif, meningkatkan kelayakan akses pembiayaan (bankable), serta mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Pemulihan UMKM sekaligus menjadi bagian penting dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat, menjaga keberlangsungan mata pencaharian, dan memastikan potensi kewirausahaan lokal tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan. (her)

















