INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan siap mendukung program gentengisasi sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan produk UMKM dalam pembangunan perumahan rakyat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, program gentengisasi di Jawa Barat dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Tahap awal pada 11 Maret 2026 di sentra UMKM Genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka dengan pelepasan 14 truk genteng.
Kemudian pada April 2026, kegiatan gentengisasi berlanjut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta di Purwakarta. Adapun tahap kedua dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 di Plered, Purwakarta, dengan melepas 500.000 keping genteng yang diangkut oleh 125 truk.
Tahap berikutnya pada 8 November 2026. Jawa Barat dijadwalkan kembali meluncurkan distribusi besar sebanyak 2,4 juta keping genteng atau setara 600 truk yang berpusat dari Majalengka dengan harga Rp 2.500 per keping melalui koperasi.
“Jawa Barat insyaAllah siap untuk mewujudkan gentengisasi untuk ketiga kalinya,” kata Herman Suryatman usai rapat koordinasi persiapan gentengisasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta dikutip Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 34 UMKM genteng diketahui telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM telah lolos uji mekanis.
“Ya, tanggal 8 November 2026, hari Minggu sore kita akan diluncurkan ada 45 perajin, yang 34 perajin sudah bersertifikat SNI dan 11 perajin lolos uji keandalan,” ujar Herman Suryatman.
Ia menjelaskan, langkah tersebut disiapkan tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan bantuan renovasi rumah rakyat saja, melainkan demi menjamin keberlanjutan bisnis para pembuat genteng tradisional dalam jangka panjang.
“Dan tentu ini dipersiapkan, bukan hanya untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), jangka menengah jangka panjangnya para perajin,” ucap Herman.
“Mudah-mudahan bisa bersaing di pasar bebas, sehingga produksi genteng di Jawa Barat, khususnya di Jatiwangi dan di Plered bisa bergairah kembali,” tambahnya.(dan)

















