• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
in Olahraga
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Foto: Dokumen NOC Indonesia

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Foto: Dokumen NOC Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Capaian lima medali emas Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bukan alasan untuk berpuas diri. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari justru melihat hasil tersebut sebagai momentum untuk membongkar kelemahan sekaligus mengevaluasi sistem pembinaan olahraga nasional.

Tim Indonesia menutup Aichi-Nagoya 2026 dengan koleksi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Hasil ini melampaui target pemerintah sebanyak empat emas. Namun, seluruh medali emas hanya berasal dari empat cabang olahraga, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

BacaJuga:

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

“Lima emas tentu harus kita apresiasi. Tetapi jangan berhenti pada pertanyaan apakah target tercapai. Pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana lima emas ini bisa menjadi sepuluh dan bagaimana kita memperluas jumlah cabang olahraga yang mampu berprestasi di level elite,” ujar Okto -sapaan Raja Sapta Oktohari- dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Bagi Okto, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mengejar tambahan medali, melainkan mencari tahu mengapa sejumlah cabang mampu berprestasi sementara cabang lain belum menunjukkan hasil serupa. Keberhasilan empat cabang penyumbang emas perlu dibedah agar faktor pendukungnya bisa dipelajari dan diterapkan secara tepat.

“Kita harus membedah apa yang membuat mereka berhasil, mulai dari pembinaan, scouting, kompetisi, pelatih, sport science, dukungan organisasi hingga ekosistemnya. Kalau kita tahu faktornya, kita bisa mencari apa yang relevan untuk cabang olahraga lain,” jelasnya.

Okto menilai Indonesia memiliki modal besar berupa populasi, ribuan sekolah dan klub, serta keragaman potensi fisik. Tantangannya adalah memastikan setiap talenta ditemukan, diarahkan, dan dikembangkan sesuai potensinya.

“Talenta itu bukan milik satu cabang olahraga. Itu talenta Indonesia. Kalau setelah diuji dengan pendekatan sport science seorang atlet ternyata lebih cocok di cabang lain, kenapa harus takut memindahkannya? Kepentingan nasional harus lebih besar daripada ego sektoral,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong penerapan *cross-sport talent*, scouting berbasis data, dan pembinaan jangka panjang. Pengembangan atlet elite, menurutnya, membutuhkan pelatih berkualitas, kompetisi yang memadai, sport science, nutrisi, fasilitas, kedokteran olahraga, serta dukungan anggaran berkelanjutan.

Di tengah kebutuhan tersebut, Okto mengingatkan bahwa pembinaan prestasi harus memiliki prioritas. Pemerataan dukungan tidak berarti setiap cabang olahraga harus mendapat perlakuan dan sumber daya yang sama.

“Kita tidak harus menang di semua cabang olahraga. Tetapi kita harus tahu cabang olahraga mana yang harus kita menangkan. Kalau orientasinya medali, dukungannya juga jangan setengah-setengah,” tutur Okto.

Ia juga meminta kritik terhadap pembinaan olahraga ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi, bukan dianggap sebagai serangan terhadap individu atau organisasi. Menurutnya, setiap masukan harus berujung pada keputusan dan perbaikan yang terukur.

“Kritik harus kita ubah menjadi data, data menjadi evaluasi, evaluasi menjadi keputusan, dan keputusan menjadi perbaikan. Olahraga modern harus berbicara dengan data,” ungkapnya.

Okto menegaskan, keberhasilan melampaui target empat emas menjadi awal dari pekerjaan yang lebih besar. Indonesia perlu berani mengubah sistem, menjaga konsistensi kebijakan, dan memperkuat integrasi antarpemangku kepentingan agar prestasi tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat.

“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberanian mengubah sistem, konsistensi menjalankan keputusan, integrasi antarpemangku kepentingan, dan kemauan membongkar kebiasaan lama. Lima emas adalah pencapaian yang harus diapresiasi, tetapi juga menjadi awal dari pertanyaan yang lebih besar: bagaimana kita membangun Indonesia sebagai kekuatan olahraga dunia?” tambahnya.(her)

Tags: Asian GamesNIC IndonesiaRaja Sapta Oktohari

Berita Terkait.

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak
Olahraga

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum
Olahraga

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17
Bank Mandiri Borong Gelar Liga Jasa Keuangan 2026, Tim Putri Cetak Threepeat
Olahraga

Bank Mandiri Borong Gelar Liga Jasa Keuangan 2026, Tim Putri Cetak Threepeat

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10
Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP
Olahraga

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    927 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.