INDOPOSCO.ID — Kehadiran Doulos Hope, kapal buku terapung internasional yang kini singgah di Jakarta Utara, memberikan kesempatan emas bagi masyarakat untuk mengakses berbagai literatur mancanegara. Kapal buku tersebut membawa lebih dari 2.000 judul buku dan dapat diakses masyarakat hingga 11 Oktober 2026.
Sebagai kapal buku terapung internasional, Doulos Hope berkeliling ke berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik dengan membawa misi berbagi pengetahuan, bantuan, dan harapan melalui buku serta interaksi antarmasyarakat.
Selain membawa koleksi buku, Doulos Hope juga menjadi ruang pertemuan lintas budaya. Kapal tersebut memiliki kru yang berasal dari sekitar 35 kewarganegaraan, sehingga pengunjung tidak hanya dapat menemukan berbagai judul buku, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.
Dalam konteks kepabeanan, kehadiran Doulos Hope tak lepas dari pelayanan dan pengawasan Bea Cukai. Bea Cukai Tanjung Priok turut memberikan dukungan terhadap kegiatan importasi buku yang masuk melalui kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Galih Elham Setiawan mengatakan Bea Cukai melihat importasi buku bukan hanya sebagai bagian dari kegiatan kepabeanan, tetapi juga berkaitan dengan akses masyarakat terhadap pengetahuan.
“Melalui pelayanan yang sesuai dengan ketentuan, kami berupaya memberikan dukungan agar buku dan berbagai sumber literatur dari mancanegara dapat hadir dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Kelancaran importasi buku merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepabeanan dalam mendukung arus barang sekaligus memberikan pelayanan kepada pengguna jasa sesuai ketentuan.
“Melalui pelayanan yang efektif dan sesuai dengan peraturan, Bea Cukai turut mendukung masuknya berbagai sumber literatur yang dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pengetahuan dari berbagai penjuru dunia,” ujar Galih.
Dalam ketentuan kepabeanan, buku ilmu pengetahuan yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk. Fasilitas tersebut diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
Sepanjang 2025, Bea Cukai Tanjung Priok sendiri telah melayani lebih dari 14.000 impor buku, dengan jumlah mencapai jutaan buku. “Tingginya volume tersebut mencerminkan keberagaman sumber literatur dari berbagai negara yang masuk melalui salah satu gerbang perdagangan internasional Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran Doulos Hope menjadi salah satu contoh bagaimana pelayanan kepabeanan turut mendukung masuknya sumber pengetahuan dari mancanegara. Bea Cukai Tanjung Priok berkomitmen memberikan pelayanan yang efektif dan sesuai ketentuan untuk mendukung kelancaran arus barang, termasuk impor buku, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap beragam literatur dari berbagai negara. (ipo)

















