INDOPOSCO.ID – PT Elnusa Tbk (Elnusa) mengoptimalkan potensi sumur minyak dan gas bumi (migas) yang belum berproduksi melalui pemanfaatan teknologi Hydraulic Workover Unit (HWU). Melalui unit HWU Elnusa 150K EHR#10, perusahaan mendukung pekerjaan workover dan pembukaan kembali sumur (reopening) di Project Pertamina EP Zona 11, Kawengan, Field Cepu, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas lapangan dan ketahanan energi nasional.
Optimalisasi sumur idle menjadi salah satu langkah untuk memaksimalkan pemanfaatan aset migas yang telah tersedia. Upaya ini memungkinkan potensi sumur eksisting dikaji dan diupayakan kembali melalui intervensi teknis yang disesuaikan dengan karakteristik lapangan.
HWU Elnusa 150K EHR#10 memiliki desain compact dan fleksibilitas operasi yang memungkinkan pelaksanaan pekerjaan workover pada area wellpad sekitar 500 meter persegi. Konfigurasi tersebut memberikan keleluasaan dalam pelaksanaan intervensi sumur dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan efektivitas operasi.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi kembali potensi sumber daya yang tersedia serta menghadirkan solusi sesuai kebutuhan lapangan.
“Optimalisasi produksi membutuhkan kemampuan untuk melihat kembali potensi yang telah tersedia dan menghadirkan solusi yang tepat untuk mengelolanya. Melalui HWU EHR#10, Elnusa membawa kapabilitas yang adaptif terhadap karakteristik lapangan, sehingga pekerjaan workover dan reopening sumur dapat dilaksanakan secara aman dan andal,” ujar Andri, dikutip Jumat (9/10/2026).
Ia menambahkan, Elnusa terus mengembangkan kapabilitas layanan workover, termasuk melalui pelaksanaan pekerjaan menggunakan HWU 340K di area Pertamina TEJ dan Sukowati. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas kemampuan operasional untuk menjawab kebutuhan industri hulu migas yang semakin beragam.
Dari sisi kinerja, sepanjang periode Agustus 2025 hingga September 2026, Elnusa telah menyelesaikan 12 pekerjaan sumur dengan tingkat availability 100 persen, reliability 100 persen, dan utility 91,25 persen. Selama periode tersebut, perusahaan juga mencatatkan zero incident atau nihil insiden.
Capaian tersebut mencerminkan kesiapan unit dan kompetensi kru dalam menjaga keandalan operasi. Elnusa juga menempatkan keunggulan operasional (operational excellence) dan keselamatan kerja sebagai prinsip utama dalam pelaksanaan setiap pekerjaan.
Selain aspek teknis, kelancaran kegiatan turut didukung kolaborasi dengan Pertamina EP Zona 11 serta hubungan yang terjaga dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Bagi Elnusa, hubungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan dan memperkuat license to operate perusahaan.
Upaya optimalisasi sumur idle ini juga berkontribusi terhadap pemanfaatan aset migas domestik yang masih memiliki potensi. Dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, industri hulu migas diharapkan dapat menjaga produktivitas lapangan dan mendukung keberlanjutan pasokan energi dalam negeri.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, termasuk agenda swasembada energi. Dalam konteks ini, kapabilitas teknologi dan kompetensi operasional perusahaan jasa energi menjadi bagian dari dukungan terhadap produktivitas industri migas nasional.
“Ke depan, Elnusa akan terus memperkuat kompetensi, teknologi, dan keunggulan operasi dengan tetap menempatkan keselamatan serta hubungan yang harmonis dengan pemangku kepentingan sebagai fondasi utama. Sejalan dengan semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, kami ingin memastikan setiap kapabilitas Elnusa terus berkembang menjadi solusi yang relevan bagi pelanggan, mendukung optimalisasi sumber daya domestik, dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi ketahanan energi Indonesia,” jelas Andri.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa terus mengembangkan kapabilitas layanan energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan industri hulu migas. Melalui optimalisasi teknologi dan peningkatan keandalan operasi, perusahaan berupaya memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pemanfaatan potensi energi domestik secara berkelanjutan. (srv)

















