INDOPOSCO.ID — Pameran internasional percetakan dan teknologi grafika ALLPrint Indonesia 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-27, pameran ini kembali menjadi ajang pertemuan pelaku industri percetakan, produsen, distributor, supplier, hingga penyedia teknologi dari berbagai negara.
Berlangsung selama empat hari, 7–10 Oktober 2026, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan beragam teknologi dan inovasi terbaru di sektor percetakan dan grafika. Mulai dari mesin percetakan modern, peralatan presisi, bahan baku, hingga solusi digital terintegrasi ditampilkan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pameran tahun ini diikuti sekitar 400 peserta, termasuk 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para peserta berasal dari lebih dari 10 negara, antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.
Kehadiran peserta dari berbagai negara sekaligus menunjukkan masih besarnya potensi pasar Indonesia bagi perkembangan teknologi percetakan dan industri grafika.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk cetak, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
“Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara industri percetakan menjalankan proses produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Melalui ALLPrint Indonesia, kami mempertemukan pelaku industri dengan teknologi dan solusi yang dapat mereka lihat serta evaluasi secara langsung, sekaligus membuka peluang untuk membangun koneksi dan kerja sama bisnis,” ujar Daud.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai negara juga memperlihatkan semakin luasnya ekosistem yang terlibat dalam perkembangan teknologi percetakan dan grafika di Indonesia.
ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Kolaborasi tersebut memperluas cakupan industri yang dapat dijangkau pengunjung dalam satu lokasi. Selain percetakan dan grafika, pengunjung dapat menemukan teknologi dan solusi untuk advertising dan signage, digital printing, textile printing, packaging, label, hingga berbagai industri terkait.
Bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran ini menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung sebelum mengambil keputusan.
Pengunjung dapat menyaksikan demonstrasi mesin dan produk, membandingkan teknologi dari berbagai perusahaan, serta berdiskusi langsung dengan tenaga ahli dan perwakilan perusahaan mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
Selain menampilkan teknologi dan solusi industri, ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai seminar dan forum yang membahas perkembangan terbaru di sektor percetakan, grafika, dan packaging.
Sejumlah agenda antara lain membahas “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing”, “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions”, serta tren single pass technology untuk digital printing di Indonesia.
MUNAS Asosiasi PPGI mengangkat tema “Industri Percetakan Memasuki Era Pengadaan Barang dan Jasa Digital”. Sementara itu, sektor packaging dibahas melalui topik Food Safety Packaging, Proofing vs Mock Up Proof, serta “Halal Certification and Packaging is Must”.
Dari sisi bisnis dan kreativitas, Asosiasi PRINTRIDI menghadirkan tema “Perkawinan antara 2D dan 3D”, Strategic Forum AMLI 2026, serta diskusi “Dari Spanduk ke Layar Digital: Peluang Omset Baru untuk Pengusaha Percetakan” dan “How to Increase Productivity and Quality in Flexo Printing”.
Kementerian Ekonomi Kreatif turut menghadirkan seminar “Jadi ZINE!”, sementara Universitas Trisakti mengisi rangkaian acara melalui Creative Lino Stamp Workshop.
Tidak hanya berfokus pada pameran teknologi, ALLPrint Indonesia 2026 juga memperkuat aspek bisnis melalui program Business Matching dan Hosted Buyer.
Program tersebut mempertemukan exhibitor dengan calon buyer dan pelaku industri yang memiliki kebutuhan serta potensi kerja sama. Dengan demikian, pertemuan bisnis dapat berlangsung lebih terarah dan membuka peluang transaksi maupun kolaborasi baru.
Kehadiran program bisnis tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan industri percetakan dan grafika di Indonesia.
Dengan mempertemukan produsen, distributor, asosiasi, pengguna teknologi, buyer, dan pelaku industri dalam satu platform, ALLPrint Indonesia 2026 tidak hanya menjadi tempat untuk melihat perkembangan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi ruang bertukar wawasan dan membangun koneksi bisnis.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung dapat melihat langsung berbagai teknologi yang dapat diterapkan pada sektor percetakan, digital printing, textile printing, packaging, label, signage, hingga industri grafika lainnya.
Penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi sekaligus mendorong industri percetakan dan grafika nasional untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar. (ibs)

















